RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Janji Kejati NTT Belum Terpenuhi: Sidak & Audit Dana Desa Kahale Tak Kunjung Dilakukan, Atas Dugaan korupsi Dana Desa

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 10:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBA BARAT DAYA //Tintapos.com//-Janji tindak lanjut yang disampaikan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur terkait dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, hingga kini belum terealisasi. Padahal, batas waktu yang dijanjikan sudah terlewati jauh sebelumnya.

Kasus yang tercatat resmi dengan nomor perkara No. 05/MSY/DESA-KHLE/KEC.KODI BALAGHAR/ SBD/NTT/ V/2026 ini menjadi sorotan tajam masyarakat karena menyoroti dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran dana desa tahun anggaran 2024 yang hingga kini hasilnya tak dinikmati warga.

Berdasarkan data yang dihimpun Aliansi Masyarakat, total anggaran yang diduga bermasalah mencapai sekitar Rp450 juta. Dana tersebut bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2024, namun ironisnya, hingga memasuki pertengahan tahun 2026 atau sudah berjalan selama dua tahun lebih, proyek-proyek tersebut belum juga rampung dan masih terbengkalai.

Adapun rincian proyek pembangunan yang dipersoalkan dan menjadi pokok laporan masyarakat meliputi:

– Pembangunan Sumur Bor: Dibebani anggaran sekitar Rp280 juta, namun di lapangan kondisi fisiknya baru sebatas penggalian saja, tidak berfungsi, dan belum bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air bersih.
– Pembangunan Gedung PAUD: Menggunakan anggaran sekitar Rp170 juta, namun hingga kini bangunan tersebut belum selesai dibangun. Kondisinya masih berupa bangunan setengah jadi dengan tembok yang belum rampung dan atap belum terpasang, sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan anak usia dini.

Kondisi proyek yang mangkrak dan tidak sesuai harapan inilah yang mendorong perwakilan masyarakat melakukan audiensi langsung dengan pihak Kejati NTT beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat mengaku mendapat respons positif dan kepastian waktu dari pihak Kejaksaan Tinggi.

Saat itu, Kejati NTT berjanji akan segera memerintahkan Kejaksaan Negeri Sumba Barat untuk turun ke lapangan guna melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus audit menyeluruh terhadap seluruh proyek yang dilaporkan bermasalah tersebut. Pihak kejaksaan menegaskan, pengecekan fisik dan administrasi itu paling lambat akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026 atau dalam minggu berjalan pasca audiensi.

Baca Juga:  Jember Krisis Infrastuktur Pendidikan,Gus Fawaid Tantang Mahasiswa Lahirkan Solusi Out of the Box

Janji itu disampaikan sebagai bentuk komitmen aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan desa serta hak-hak masyarakat atas pembangunan yang layak.

Namun kenyataannya, hingga kini setelah tanggal jatuh tempo 20 Mei 2026 tersebut berlalu, masyarakat Desa Kahale justru belum melihat kehadiran tim dari Bu Kejaksaan Negeri Sumba Barat maupun perwakilan Kejati NTT di lokasi proyek.

Masyarakat mengaku kecewa dan mempertanyakan keseriusan janji yang telah disampaikan secara langsung di ruang audiensi. Warga menilai, ketidaktepatan waktu pelaksanaan ini seolah mengesampingkan hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran penggunaan uang rakyat yang jumlahnya ratusan juta rupiah itu.

“Kami sudah datang melapor dan bertemu, janjinya jelas sekali akan turun sidak dan audit paling lambat tanggal 20 Mei 2026. Tapi sampai hari ini, tidak ada tanda-tanda kehadiran tim kejaksaan di desa kami. Padahal uangnya sudah keluar sejak 2024, sumur bor cuma digali, gedung PAUD belum ada atapnya. Apakah janji itu hanya kata-kata saja? Kami ingin kejelasan,” ungkap salah satu perwakilan masyarakat.

Keterlambatan ini semakin memperkuat dugaan bahwa penanganan kasus ini berjalan lambat dan berlarut-larut. Masyarakat khawatir, semakin lama pemeriksaan dilakukan, semakin besar potensi jejak bukti di lapangan diubah, dimanipulasi, atau justru hilang begitu saja.

Kini, mata warga Desa Kahale dan masyarakat luas tertuju kembali pada Kejati NTT dan Kejaksaan Negeri Sumba Barat. Publik menuntut penjelasan resmi mengapa jadwal yang telah ditetapkan dan dijanjikan itu tidak ditepati, serta kapan tepatnya tim penegak hukum akan benar-benar turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dua proyek yang menelan biaya hampir setengah miliar rupiah tersebut.

Masyarakat berharap, keterlambatan ini tidak berujung pada pengabaian kasus, melainkan segera diikuti langkah nyata agar keadilan tetap bisa ditegakkan atas dugaan penyimpangan yang sangat merugikan kepentingan rakyat ini.
Red.

Berita Terkait

AKUI KESALAHAN SAAT RAPAT DI DPRD, PBJ BATALKAN PROYEK, GAPENSI SANGGAH WEWENANG, BAPEKA-NTB DESAK USUT TINDAK PIDANA
KEJANGGALAN PEMANGKASAN ANGGARAN REHABILITASI RUANG MANAJEMEN RSUD: DPRD BENTUK TIM KHUSUS, AKAN DIPERTAYANKAN KENAPA TIDAK ADA SURAT RESMI KE DEWAN
Jadi Pembina Upacara di SMA N 1 Cerenti Serda Jama Anur Mengajak Siswa Siswi untuk Tidak Lakukan Bullying
DPP BAPEKA-NTB Lapor Dugaan Penyimpangan Proyek Rehabilitasi Ruang Manajemen RSUD Kota Bima Senilai Rp946 Juta ke Kejaksaan Negeri Bima
DISETEL RAPI! DUGAAN KONSPIRASI TAPD & BPBJ KOTA BIMA “SUNAT” ANGGARAN RSUD RATUSAN JUTA RUPIAH,TIDAK ADA PEMBERITAHUAN DPRD
PLH Sekda Kuansing Muradi, M.Si Resmi Tutup Pacu Jalur Rayon IV Kecamatan Gunung Toar
SKANDAL PENGADAAN KOTA BIMA: BAPEKA-NTB SOROT REKAYASA PEMANGKASAN ANGGARAN SERTA PELANGGARAN PROSEDUR
Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:54

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas Pimpinan Evakuasi Pemulangan Jenazah Di Kota Bitung

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43

Kejati Sumbar Tingkatkan Kasus Dugaan Korupsi Dana KUR Bank Nagari Talawi ke Tahap Penyidikan

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:55

KETUA UMUM GANISA: Mengajak Seluruh Masyarakat Indonesia Peduli Generasi Penerus Bangsa Bersama kita Wujudkan Indonesia Emas

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00

Ditpolairud Polda Sulut Patroli Intensif Sambut Delegasi Uni Eropa

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:23

Antisipasi Kelangkaan dan Kemacetan, Personel Polsek Deli Tua Gencarkan Monitoring serta Pengaturan Lalu Lintas di SPBU

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:20

MULAI BABAK BARU: PEMBENTUKAN KARAKTER CALON TAMTAMA INFANTERI RESMI DIBUKA DI SECATA RINDAM XIII/MERDEKA

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:06

Mimbar Hukum Indonesia Kupas Tuntas Sengketa Harta Gono-Gini Rumah KPR dalam Webinar Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:01

HUT ke-58 BPJS Kesehatan:Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama

Berita Terbaru

Kriminal

Kades Terpilih di Tolitoli Diduga Pakai Ijazah Palsu

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:48