Kecamatan Singingi Kabupaten Kuansing, Menjadi Surga Tersembunyi Bagi Pelaku Tambang Emas Ilegal. Ini Ulasannya!!

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 00:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing //TintaPos.Com// – Desa Logas dan Logas Hilir di Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau masih menjadi surga tersembunyi bagi penambang emas tanpa ijin (ilegal) mulai dari skala kecil dengan menggunakan mesin sedot robin atau dongpeng maupun skala besar dengan menggunakan alat berat ekcavator. Dua desa di Kecamatan Singingi itu terkenal dengan kandungan emas sejak dari zaman Belanda.

Wajar saja lahan -lahan di Kecamatan Singingi harganya melambung tinggi, bisa mencapai ratusan juta bahkan lebih, karena lahannya rata – rata mengandung emas yang cukup banyak. Jika masyarakat Singingi mempunyai lahan seluas setengah hektar, jika dijual ke pelaku tambang emas, itu bisa mendapatkan uang ratusan juta, seketika bisa menjadi kaya raya.

” Iya, lahan di Kecamatan Singingi dari sezak jaman Belanda terkenal dengan kandungan emasnya, buktinya sampai sekarang masih banyak tambang – tambang emas. Walaupun harga lahan sudah melambung tinggi, tapi tidak menyurutkan langkah penambang emas untuk menambang di sini,” ujar salah seorang narasumber warga masyarakat sekitar yang tak mau dipublish namanya saat diajak bincang bincang awak media pada Senin (24/1102025) siang disalah satu warung pinggir jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian, seiring dengan langkah Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan,SIK MH MHum yang membuka orientasi dan pelatihan Dubalang Batang Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam rangka memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas dan lingkungan. Disitu Kapolda Irjen Pol Herry menyebut Dubalang menjadi penjaga ekologis dan penyeimbang alam.

“Hari ini kita membuat sejarah baru.Kita bisa menetapkan sebagai sejarah baru dalam peradaban di dunia moderen masih punya niat yang tulus untuk menjaga budaya dan alam di Kabupaten Kuantan Singingi,”kata Irjen Herry Heryawan dalam sambutannya dihadapan para Dubalang Batang Kuantan Rabu (20/11/2025) di Mapolres Kuansing.

Kegiatan itu diketahui dihadiri oleh Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Danrem 031/Wira Bima rigjen TNI Jarot Suprihant, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Tri Setyadi, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Prof Robertus Robet, Panglima Dubalang Datuk Tomy dan ratusan Dubalang Batang Kuantan.

Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan kegiatan itu menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan sejarah baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pertemuan ini melahirkan para Dubalang generasi baru, yang dipersiapkan sebagai penjaga peradaban lingkungan dan pelindung Sungai Batang Kuantan, nadi ekologi Provinsi Riau.

Dikutif dari laman Humas Polres Kuansing, Herry Heryawan Kapolda Riau mengatakan Batang Kuantan adalah ibu yang senantiasa memberi makan di desa-desa sepanjang sungai. Dari hulu hingga hilir, Sungai Kuantan telah membawa kisah petani, nelayan, para ibu yang menimba air, hingga anak-anak yang tumbuh riang dalam budaya Pacu Jalur.

Namun, Kata Kapolda Riau, sejarah juga pernah mengajarkan bahwa ketika sungai kehilangan keseimbangan, masyarakat juga kehilangan kekuatannya. Herry Heryawan memberikan peringatan keras bahwa kerusakan ekologis bukan datang tiba-tiba, tetapi keadaan itu lahir dari perilaku kerusakan-kerusakan kecil yang terus diulang.

“Ketika ekosistem rapuh, bencara tidak lagi menjadi cerita lain. Ia menjadi tamu yang semakin sering datang ke rumah kita sendiri,” kata Kapolda sebagaimana dikutif Humas Polres Kuansing.

Berangkat dari kerusakan alam yang terjadi di Riau, Kapolda membuat sebuah konsep Green Policing, sebuah paradigma baru keamanan ekologis. Green Policing menjadi sebuah paradigma penegakan hukum berbasis keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal kejahatan jalanan, tetapi juga ejahatan ekologis. Polusi air, tambang ilegal yang merusak sungai dan hutan serta kebakaran hutan adalah ancaman keamanan.

“Ketika lingkungan runtuh, hidup masyarakat ikut runtuh. Karena itu, Polri melalui Polda memilih langkah baru: menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari tugas pemeliharaan Kamtibmas,” tegasnya.

Baca Juga:  Gegara Pelantikan Koni Pasbar Ricuh, Ketua Pelaksana Laporkan Pembuat Keributan ke Polisi

Herry Heryawan menyampaikan Polda Riau akan terus bekerja melalui tiga jalur utama dalam menjalankan Green Policing, yakni dengan represif, penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) dan karhutla; jalur preventif (pencegahan) elalui edukasi, penyadaran, kampanye Green Policing; dan jalur restoratif (pemulihan) melalui rehabilitasi ekosistem, penanaman pohon, pemulihan sungai, dan pola dialog sosial yang menyentuh akar masalah.

Kapolda Riau pada kesempatan itu, juga memberi apresiasi tinggi kepada para Dubalang, sosok tradisional di Kuantan yang secara historis berdiri di garis depan menjaga adat dan martabat negeri. Pelatihan Dubalang Batang Kuantan, menjadi momentum Dubalang memasuki tugas baru sebagai penjaga ekologi.

“Dubalang hari ini bukan hanya menjaga keamanan kampung, tetapi juga menjaga keberlanjutan sungai agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini adalah bentuk keberanian yang paling luhur: keberanian menjaga sesuatu yang tidak bersuara, ucapnya,” kata Kapolda Riau dalam acara Pelatihan Dubalang Batang Kuantan pada Rabu (20/11) di Mapolres Kuansing.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga membandingkan semangat Dubalang dengan prinsip Bushido atau Jalan Ksatria dari Samurai di Jepang—bukan hanya ahli pedang, tetapi penjaga nilai. Sementara Samurai menjaga negeri dari ancaman manusia, Dubalang hari ini menjaga nagari dari ancaman sosial, budaya, dan ekologis.

“Marilah kita jadikan Dubalang Batang Kuantan simbol harapan baru bagi Riau. Dan mari kita buktikan bahwa generasi hari ini dapat menjadi generasi yang mengubah sejarah,” tambah Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan,SIK MH sebagaimana dikutif humas Polres Kuansing.

Sejalan dengan harapan besar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan,SIK MH dan masyarakat Kuansing secara umum atas lahirnya Dubalang Batang Kuantan, muncul pertanyaan besar, apakah tugas dan peran Dubalang Batang Kuantan akan efektif terutama dalam peranannya menjaga alam?

Masyarakat tentu tidak boleh pesimis, karena Dubalang Batang Kuantan yang baru saja mendapatkan pelatihan, tentu belum dapat diukur keberhasilan kinerjanya dilapangan, terutama sebagai penjaga alam dan ekologis serta budaya.

Selanjutnya, Jika aktifitas perusakan alam dan lingkungan seperti tambang emas ilegal masih terus berlanjut, apakah kita bisa mengatakan para Dubalang Batang Kuantan tidak Bekerja? Tentu tidak juga begitu,” kata sumber media ini menjawab pertanyaan awak media

Sebagai penjaga alam, penjaga ekologis dan penjaga budaya di Kuantan Singingi Dubalang Batang Kuantan yang baru saja mendapatkan pembekalan dan pelatihan langsung dari Kapolda Riau diharapkan bisa mengimplementasikan tugas dan fungsinya di lapangan. Harapan besar masyarakat Kuansing akan disandangkan dipundak para Dubalang Batang Kuantan, agar sungai – sungai kembali menjadi jernih, sebagai bukti para Dubalang bekerja menjaga sungai dan alam dari tangan – tangan jahil oknum masyarakat yang mencemari air sungai melalui aktifitas tambang ilegal.

Tidak lama berselang Kapolda Riau meninggal kan Kuansing usai membuka acara pelatihan para Dubalang Batang Kuantan, pada senin 24 November 2025 sekira pukul 15.20 wib awak media yang melintas di wilayah desa Logas dan Logas Hilir. masih saja terpantau beberapa titik lokasi tambang emas ilegal menggunakan alat berat ekcavator dan mesin dongpeng.

Kondisi itu, menjadi tantangan bagi para Dubalang Batang Kuantan dalam mengimplementasikan peran strategis sebagai penjaga alam, penjaga budaya dan ekologis.

Atas kejadian itu, publik menunggu kerja nyata para Dubalang Batang Kuantan, sejauh mana efektifitas peran Dubalang Batang Kuantan dalam menjaga alam, menjaga budaya dan ekologis.

Berita Terkait

Ketua LSM KPK RI Angkat Bicara Terkait Honor Perangkat Desa Yang tak Kunjung di Salurkan selama 7 Bulann
Aneh…!!! Istri Perangkat Desa dan BPD Desa di Kuansing Terima BLT Kesra, PJ Kades Bilang Gak Tau
Efendi,SM Juru Bicara Fraksi Nasdem – PKS sampaikan Pandangan Fraksi Pada Sidang Paripurna pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda APBD Kuansing 2026
Seperti Menghindari Waktu Kerja Pemurnian Emas Ilegal di Koto baru, kapolsek Singingi Hilir Lakukan Razia Pagi Hari
Kafe Remang – Remang Di belakang Komplek Perkantoran Pemda Kuansing Tetap Buka, Walau Ditindak Satpol PP!! Ada Apa??
Kapolsek Singingi Hilir Bungkam saat Dikonfirmasi Adanya Aktivitas Ilegal di Wilkumnya
Warga Desak Bupati Kuansing Suhardiman Amby Evaluasi Kinerja Kasatpol PP, Aktivitas Kafe Remang-Remang Masih Buka Seperti Biasa
Dibelakang Toko Mas Garuda Desa Koto Baru, diduga Dijadikan Tempat Pemurnian Emas Ilegal, APH Kenapa Diam???
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 05:41

Ketua LSM KPK RI Angkat Bicara Terkait Honor Perangkat Desa Yang tak Kunjung di Salurkan selama 7 Bulann

Jumat, 28 November 2025 - 15:37

Aneh…!!! Istri Perangkat Desa dan BPD Desa di Kuansing Terima BLT Kesra, PJ Kades Bilang Gak Tau

Rabu, 26 November 2025 - 13:04

Efendi,SM Juru Bicara Fraksi Nasdem – PKS sampaikan Pandangan Fraksi Pada Sidang Paripurna pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda APBD Kuansing 2026

Rabu, 26 November 2025 - 03:14

Seperti Menghindari Waktu Kerja Pemurnian Emas Ilegal di Koto baru, kapolsek Singingi Hilir Lakukan Razia Pagi Hari

Rabu, 26 November 2025 - 01:27

Kafe Remang – Remang Di belakang Komplek Perkantoran Pemda Kuansing Tetap Buka, Walau Ditindak Satpol PP!! Ada Apa??

Senin, 24 November 2025 - 03:54

Kapolsek Singingi Hilir Bungkam saat Dikonfirmasi Adanya Aktivitas Ilegal di Wilkumnya

Sabtu, 22 November 2025 - 05:45

Warga Desak Bupati Kuansing Suhardiman Amby Evaluasi Kinerja Kasatpol PP, Aktivitas Kafe Remang-Remang Masih Buka Seperti Biasa

Senin, 17 November 2025 - 10:28

Dibelakang Toko Mas Garuda Desa Koto Baru, diduga Dijadikan Tempat Pemurnian Emas Ilegal, APH Kenapa Diam???

Berita Terbaru