Bima NTB, //TintaPos.Com// – Kabar pilu nan memiriskan tentang Juwiati, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, telah mengguncang jagat maya. Viral di media sosial, Juwiati ditemukan terkapar tak berdaya, tubuhnya lumpuh akibat stroke berat, dan fisiknya sangat memprihatinkan di negeri jiran Malaysia.
Namun, di tengah keputusasaan, secercah harapan menyala. Berkat gelombang kepedulian dari berbagai pihak, PMI Juwiati kini akan segera dipulangkan ke kampung halamannya!
Semuanya bermula dari gemuruh di media sosial dan gencar diberitakan sejumlah media lokal. Kondisi Juwiati yang tak bisa menggerakkan tubuhnya memantik perhatian serius. “Bagaimana mungkin kita diam melihat sesama anak bangsa terkapar begitu rupa?” ujar seorang pegiat sosial kemanusiaan yang memilih tak disebut namanya, namun menjadi salah satu motor penggerak awal.
Tanpa buang waktu, para penggiat ini langsung bergerak cepat. Menggali informasi, mereka berupaya mencari celah agar proses pemulangan Juwiati bisa masuk dalam agenda prioritas pemerintah daerah Kabupaten Bima, Provinsi NTB, hingga Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Malaysia. “Kita butuh langkah pasti, koordinasi lintas sektor adalah kuncinya,” tambah pegiat tersebut.
APJATI Bima Dompu Jadi Garda Terdepan
Titik terang muncul setelah koordinasi dan konsultasi intensif dengan Muhri, S.H., Ketua APJATI Bima Dompu. Di kantor APJATI Kota Bima, Muhri menyarankan agar laporan Juwiati segera diajukan secara online ke KP2MI (Kepala Perwakilan Pelayanan Migrasi Indonesia), sebagai dasar agar PMI tersebut resmi tercatat dan ditangani sesuai prosedur.
“Langkah inilah patokan utama perjuangan kami,” tegas Muhri, S.H. setelah laporannya berhasil diajukan dengan lampiran data Juwiati. “Keyakinan dan semangat kemanusiaan menggerakkan kami.”
Sejak saat itu, simpul-simpul koordinasi terjalin erat. Dari keluarga Juwiati, para jurnalis, Pemerintah Kabupaten Bima, Pemprov NTB, hingga akhirnya menembus kantor KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Semua demi satu tujuan: memperjuangkan HAK KEMANUSIAAN Juwiati agar segera diproses kepulangannya.
Tak hanya itu, Kadis Disnaker Kabupaten Bima pun langsung dikonfirmasi via WhatsApp. Saat disampaikan kondisi Juwiati yang stroke berat, responsnya cepat. “Terima kasih atas informasinya. Hal seperti ini akan segera menjadi atensi dan diprioritaskan. Ini akan kami tindak lanjuti sebagai laporan kepada Pimpinan Daerah dan Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Disnakertrans Provinsi NTB,” janjinya.
Beberapa hari kemudian, janji itu terbukti. Saat tim kembali mengunjungi Disnaker, Kadis Disnaker Bima langsung menyampaikan kabar gembira: “Status laporan Juwiati sudah menjadi atensi khusus kedua pimpinan daerah Kabupaten Bima dan Provinsi NTB. Kita tinggal menunggu proses dari pihak KBRI.” Keluarga Juwiati pun telah diinformasikan agar tetap tenang.
Tugas belum selesai. Misi selanjutnya adalah memastikan kondisi kesehatan Juwiati di Malaysia. Dengan bantuan akses dari Muhri, S.H. (APJATI Bima Dompu), melalui jalur koordinasi lintas negara bersama NGO/LSM di Kuala Lumpur, Malaysia dan Agensi mitra APJATI, sebuah tim khusus kini bertugas mengawal dan mendampingi Juwiati hingga kepulangannya terealisasi.
Kisah Juwiati menjadi bukti nyata, bahwa di balik derita seorang anak bangsa di negeri orang, ada banyak tangan peduli yang siap bersatu untuk membawa mereka pulang.
Red.
(Adim Kaperwil-ntb)






















