KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Polisi dan keluarga sangat kecewa terhadap warga yang tak sigap menolong saat begal beraksi membacok polisi di Bekasi.

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 02:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi – //Tintapos.com Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan sosok seorang polisi bersimbah d4rah, terkapar di pinggir jalan.

Ia bukan warga biasa, ia anggota Sabhara Polres Metro Bekasi, Briptu AA, yang dalam perjalanan pulang setelah menjalankan tugas.

Namun yang terjadi sungguh tak terduga,
Ketika ia terluka akibat aksi pembegalan dan terkapar sambil teriak minta tolong, yang muncul bukan tangan yang menolong tapi hanya suara hening dari kerumunan.

Banyak warga terlihat tak berani mendekat, karena mereka takut terlibat atau tidak tahu harus berbuat apa di tengah situasi yang menyeramkan itu.

Bayangkan tekanan yang dirasakan oleh keluarga Briptu AA.
Saat menerima kabar tersebut, mereka pasti berharap ada yang membantu, ada yang datang menolong dengan rasa kemanusiaan dan kepedulian.

Namun kenyataannya, tak seorang pun berani maju. Tidak karena tak berbudi, tapi mungkin karena ketakutan, kebingungan, atau rasa aman yang kini begitu rapuh di tengah masyarakat. Mereka takut jadi tersangka.

Baca Juga:  Ketua BMK 1957 Sumatera Barat, Feri Yanto Irawan, Bagikan 96 Paket Peralatan Dapur kepada Masyarakat Terdampak Bencana di Gurun Laweh

Kekecewaan yang membara itu bukan hanya milik keluarga korban.
Polisi yang mendengar kejadian ini juga merasa sedih dan kritis menilai kondisi sosial kita saat ini, ketika seseorang yang sedang sekarat pun warga tak sigap untuk segera menolongnya hanya karena takut risiko.

Peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas.
Ini adalah cermin dari realitas sosial yang memanggil kita untuk bertanya:
Apakah kita siap untuk saling membantu saat seseorang dalam bahaya?

Bagaimana kita menjaga rasa empati di tengah ketakutan dan risiko?

Karena pada akhirnya, yang terluka bukan hanya tubuh sang korban, tapi juga hati yang melihat dan tak berani bertindak, serta keluarga yang merasa sendiri dalam doa dan harapannya.

(Sunardi TP)

Berita Terkait

Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Operasional 8 Satuan Pelayanan Gizi di Buol
Cabai Rawit di Buol Naik Signifikan, Kepala UPT Pasar Ungkap Penyebabnya
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Karung di Tolitoli, Biaya Produksi Petani Naik Drastis
Mengukur Kekuatan Ma’mulah Harun, Calon Ketua DPC PKB Banyuwangi 2026–2031
Gerak Cepat Polisi, Pelaku Penikaman di Girian Permai Bitung Berhasil Diamankan
Bagaimana Jember Mengerek Investasi Rp 2,57 Triliun?
Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras, Ratusan Butir Trihexyphenidyl Diamankan
Semarak CFD, RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Ajak Masyarakat Waspada TBC di Hari TB Sedunia
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 05:42

Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara Operasional 8 Satuan Pelayanan Gizi di Buol

Senin, 6 April 2026 - 05:41

Cabai Rawit di Buol Naik Signifikan, Kepala UPT Pasar Ungkap Penyebabnya

Senin, 6 April 2026 - 05:39

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Karung di Tolitoli, Biaya Produksi Petani Naik Drastis

Senin, 6 April 2026 - 05:37

Mengukur Kekuatan Ma’mulah Harun, Calon Ketua DPC PKB Banyuwangi 2026–2031

Senin, 6 April 2026 - 02:00

Bagaimana Jember Mengerek Investasi Rp 2,57 Triliun?

Senin, 6 April 2026 - 01:47

Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras, Ratusan Butir Trihexyphenidyl Diamankan

Senin, 6 April 2026 - 01:43

Semarak CFD, RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso Ajak Masyarakat Waspada TBC di Hari TB Sedunia

Senin, 6 April 2026 - 01:09

Rp50 Miliar untuk Jalan Bondowoso, Cukupkah?

Berita Terbaru