Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Barat, //TintaPos.Com// – Pernyataan yang pernah disampaikan oleh Permadi Arya (Abu Janda) yang menyebut masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau sebagai “barbar” merupakan pernyataan yang sangat keliru, tidak bijaksana, dan berpotensi melukai perasaan jutaan masyarakat Minang di seluruh Indonesia maupun di perantauan.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, kita tentu berhak berbeda pendapat dalam persoalan politik, sosial, maupun kebangsaan. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan label negatif kepada suatu suku, budaya, atau kelompok masyarakat tertentu.

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai salah satu kelompok etnis yang memiliki tradisi intelektual yang kuat. Dari Ranah Minang lahir banyak tokoh nasional yang berkontribusi besar terhadap kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

Nilai “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” telah membentuk karakter masyarakat yang menjunjung musyawarah, pendidikan, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam pandangan masyarakat Minang, kritik terhadap seseorang atau kelompok tertentu adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.

Namun, ketika kritik berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh masyarakat Sumatera Barat, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dalam berpikir. Tidak ada satu pun suku di Indonesia yang dapat dinilai hanya berdasarkan tindakan sebagian kecil anggotanya.

Secara logika, pernyataan yang menggeneralisasi jutaan penduduk Sumatera Barat sebagai “barbar” merupakan sebuah kekeliruan berpikir atau hasty generalization (generalisasi terburu-buru). Jika ada beberapa individu yang memiliki sikap atau pandangan tertentu, tidak berarti seluruh masyarakat yang berasal dari daerah yang sama memiliki karakter yang identik. Cara berpikir seperti ini justru bertentangan dengan prinsip rasionalitas dan keadilan.

Baca Juga:  Kolaborasi Jadi Kunci, Pemkab Bogor Percepat Penanganan Sampah hingga Tingkat Desa

Lebih jauh lagi, sejarah membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban bangsa. Budaya merantau, tradisi pendidikan, kemampuan berdagang, serta semangat berorganisasi telah melahirkan banyak tokoh yang memperjuangkan persatuan Indonesia.

Menyematkan stigma “barbar” kepada masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa tentu tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama. Ruang publik harus diisi dengan dialog yang santun, argumentasi yang sehat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan ujaran yang merendahkan identitas suatu suku atau daerah.

Masyarakat Minang tidak membutuhkan kemarahan untuk membuktikan martabatnya. Sejarah, budaya, pendidikan, dan kontribusi nyata kepada bangsa sudah menjadi jawaban yang paling kuat. Karena itu, mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menolak segala bentuk stereotip yang dapat memecah belah anak bangsa.

Minangkabau bukanlah “barbar”. Minangkabau adalah bagian penting dari mozaik Indonesia yang telah memberikan banyak warna bagi perjalanan bangsa ini.

Berita Terkait

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:46

Sorotan Publik: Kelulusan PPPK 2026 Mantan Caleg Demokrat Diduga Cacat Administrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:06

Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Berita Terbaru