RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Aktivitas PETI k Muara Lembu Semakin Menggila, Masyarakat : Jangan Sampai Kepercayaan Kami kepada APH Ikut Hanyut Bersama Arus yang Keruh

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing //TintaPos.Com// – Deru mesin dompeng kembali memecah kesunyian Sungai Monang, Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kian hari kian menjadi, seolah tak tersentuh hukum dan tak tersorot keadilan.

Dari informasi yang diterima media ini, sedikitnya 14 rakit dompeng tampak berjejer di sepanjang aliran sungai. Air yang dulu jernih kini berubah keruh, mengalir pelan membawa lumpur dan luka. Dasar sungai yang dahulu dalam, kini terlihat semakin dangkal—terkikis, tercabik, dan porak-poranda.

“Benar, aktivitas penambangan emas di Sungai Monang tidak pernah saya dengar atau lihat ada penertiban. Sungai sekarang sudah kelihatan dangkal,” ungkap seorang warga, Kamis (26/02/2026), dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Ratusan Napi Lapas Banyuwangi Dapat Remisi Lebaran, Tiga Langsung Bebas

Yang lebih menyedihkan, aktivitas ini berlangsung terang-terangan. Mesin-mesin meraung tanpa rasa takut. Para pemodal dan pekerja seolah tak gentar mengeruk keuntungan dari aktivitas ilegal yang dampaknya harus ditanggung masyarakat dan generasi mendatang.

Warga menyebutkan, aktivitas ini sempat terhenti menjelang acara belimau menyambut bulan suci Ramadhan. Namun jeda itu hanya sesaat.

“Memang sebelumnya berhenti saat acara belimau menyambut bulan Ramadhan. Tapi sekarang sudah mulai lagi aktivitas penambangan,” tambahnya.

Sungai Monang bukan sekadar aliran air. Ia adalah sumber kehidupan, tempat masyarakat menggantungkan harapan. Jika kerusakan ini terus dibiarkan, bukan hanya alam yang kehilangan keseimbangan—kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum pun bisa ikut hanyut bersama arus yang keruh.***

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru