KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

PNIB :Perdamaian Harga Mati, Indonesia Non Blok dan Bebas Aktiv, Jangan Mempolitisasi Agama Perang Israel dan Amerika vs Iran

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya //TintaPos.Com// – 04 Maret 2025
Perang militer di era modern sudah menggunakan perangkat tehnologi persenjataan udara yang mengakibatkan kerusakan dahsyat secara fisik. Israel dan Amerika yang kini sedang berperang melawan Iran menyita perhatian seluruh dunia akan dampak global yang ditimbulkannya. Tayangan video dokumentasi di berbagai media menjadi tontonan ironis bagi siapa saja , termasuk kita di Indonesia.

“Kedahsyatan perang Iran Vs Amerika dan Israel yang bisa kita saksikan dalam hitungan jam seusai kejadian, menjadi bukti bahwa perang bisa merubah perhatian seluruh dunia. Ketakutan dan kengerian yang kita saksikan membuktikan bahwa kehancuran pasti terjadi di kedua belah pihak. Sisi kemanusiaan kita terpanggil menjadi bentuk keprihatinan mendalam bahwa pertikaian antar negara korban utamanya adalah manusia juga” ungkap AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menanggapi situasi global yang sedang berkecamuk perang.

Para pemimpin negara yang memutuskan untuk berperang seolah sedang mempertaruhkan hidup mati warga negaranya untuk sebuah kepentingan kekuasaan. Membunuh atau dibunuh, menghancurkan atau dihancurkan menjadi resiko dari keputusan berperang. Perdamaian Harga Mati, Perang Selalu Menghasilkan Penjajahan Baru Bagi yang Kalah, Tegas Gus Wal.

“Perdamaian yang sedang kita nikmati ini menjadi sesuatu patut kita syukuri jika menengok di negara lain yang sudah tidak memiliki kedamaian hidup karena dilanda perang. Pro kontra dukungan kepada masing-masing negara jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan kita. Ini yang harus kita waspadai dampak global yang terjadi di luar arena perang. Mendoakan perang segera usai adalah kebijaksanaan hati, toh apabila kita mendukung salah satu negara juga tidak bisa merubah apapun.” Imbuh Gus Wal.

Baca Juga:  Tes Urine 41 Pengemudi, Polisi Temukan Sopir Truk Positif Narkoba di Prabumulih

PNIB sebagai ormas yang gencar menyuarakan persatuan, kesatuan dan perdamaian menghimbau kepada semua pihak untuk tidak menciptakan perang dukungan sendiri di Indonesia. Menjadi catatan penting bahwa perselisihan antar negara selalu diawali dengan perseteruan antar warganya.

“Janganlah kita menciptakan perang dukung mendukung di dalam negeri. Ini bisa berpotensi perpcahan yang lebih besar lagi jika tidak diantisipasi. Berpikir tentang kemanusiaan dari dampak perang jauh lebih penting daripada mencari pembenaran siapa yang akan memenangkan peperangan. Perdamaian itu harga mati, peperangan dimanapun setelah usai pada akhirnya akan melahirkan penjajahan baru. Yang menang menjajah yang kalah, begitupula pendukung yang menang akan menjajah pendukung yang kalah. Meskipun negara tersebut jauh di seberang Samudra, mereka tetaplah saudara kita dalam kemanusiaan. Semoga ini menjadi hikmah bagi kita bersama di bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini, Kemanusiaan jauh lebih penting tinimbang apapun, Kita mengutuk keras agresi Israel dan Amerika terhadap Iran, namun penting juga kita sebagai negara yang Non Blok dan Bebas aktif untuk terus menyuarakan perdamaian dunia, dan jangan pernah mempolitisasi agama terhadap perang negara lain terutama Israel dan Amerika vs Iran” pungkas Gus Wal

Berita Terkait

Bentuk Keprihatinan Nyata, Wapres Gibran Tiba Di Sulut, Danlanud Samratulangi Dampingi Gubernur Sulut
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kembali ke Alam
Dasar Hukum Surat Edaran Lemah, DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Kaji Ulang
MENYAYAT HATI! ORANG TUA DI LUAR KOTA OBATI AYAH,Bocah SD di Sape Jadi Korban Pelecehan, Sendirian Tanpa Perlindungan
Apel Pagi, Wakapolres Banyuasin Tekankan Pentingnya Moto Kapolda Sumsel dan Kedisiplinan Personel
Diduga Salah Tangkap di Nias Selatan: Bukan Pelaku, Warga Justru Ditahan Polisi
Proyek Serasuba Rp 4 Miliar Disorot: Hasil Fisik Dipertanyakan, Status Aset Diduga Bermasalah
Ditengah Marak Isu Kelangkaan BBM, Diduga ada Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Kelurahan Sagrat, APH Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 16:39

Bentuk Keprihatinan Nyata, Wapres Gibran Tiba Di Sulut, Danlanud Samratulangi Dampingi Gubernur Sulut

Senin, 6 April 2026 - 16:37

Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kembali ke Alam

Senin, 6 April 2026 - 16:35

Dasar Hukum Surat Edaran Lemah, DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Kaji Ulang

Senin, 6 April 2026 - 16:34

MENYAYAT HATI! ORANG TUA DI LUAR KOTA OBATI AYAH,Bocah SD di Sape Jadi Korban Pelecehan, Sendirian Tanpa Perlindungan

Senin, 6 April 2026 - 16:32

Apel Pagi, Wakapolres Banyuasin Tekankan Pentingnya Moto Kapolda Sumsel dan Kedisiplinan Personel

Senin, 6 April 2026 - 12:59

Proyek Serasuba Rp 4 Miliar Disorot: Hasil Fisik Dipertanyakan, Status Aset Diduga Bermasalah

Senin, 6 April 2026 - 10:24

Ditengah Marak Isu Kelangkaan BBM, Diduga ada Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Kelurahan Sagrat, APH Diminta Jangan Tutup Mata

Senin, 6 April 2026 - 10:17

Ruang Ujian Disegel dan Metal Detector Disiapkan,Perketat Pengawasan SNBT 2026 Unej Jember

Berita Terbaru