Banyuwangi //Tintapos.com// – Pembangunan Banyuwangi 2027 fokus perkuat daya saing SDM
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan arah pembangunan daerah itu pada tahun 2027 fokus pada penguatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi berbasis hilirisasi dan pariwisata berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan saat membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.
“Perencanaan penyusunan pembangunan daerah 2027 dihadapkan dalam situasi global yang tidak pasti, konflik di Timur Tengah telah memicu gejolak ekonomi dunia dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia, mengganggu rantai pasok, serta tekanan inflasi,” kata Ipuk.
Dia menyampaikan isu strategis nasional juga menjadi perhatian, di antaranya penguatan ketahanan pangan dan energi sebagai respons terhadap ketidakpastian global dan perubahan iklim, percepatan penurunan kemiskinan ekstrem dan pengurangan stunting sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berkualitas.
Selain itu, lanjut dia, transformasi ekonomi melalui hilirisasi, penguatan UMKM dan digitalisasi sektor-sektor produktif, dan penguatan kualitas SDM melalui reformasi pendidikan dan layanan kesehatan yang merata, serta pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Oleh karena itu, kami mengajak semua untuk melihat ke depan, menyikapi semua tantangan dan mengubahnya menjadi peluang, berupaya sekuat tenaga mencari solusi terbaik untuk menstimulasi ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat Banyuwangi,” ujar Ipuk.
Untuk mewujudkannya, kata dia, ada delapan prioritas program yang akan dijalankan pada 2027, yakni mulai peningkatan kualitas SDM, reformasi perlindungan sosial, transformasi ekonomi lokal, pariwisata berkelanjutan dan UMKM Naik Kelas, produktivitas pertanian.
“Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kami beri larangan mendirikan bangunan permanen di atas lahan sawah, dan ini sejalan dengan swasembada pangan Bapak Presiden,” tutur Ipuk.
Sedangkan untuk penguatan SDM responsif, kata dia, pemerintah daerah setempat meluncurkan “Banyuwangi Progresif”, beasiswa ini difokuskan pada sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan SDM.
Ipuk berpesan agar musyawarah tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik untuk menyikapi berbagai isu penting nasional maupun provinsi, serta tetap berpijak pada kebutuhan riil masyarakat Banyuwangi.(Tim/Tp)






















