Jember //TintaPos.Com// – Penambahan stok dan transparansi data menjadi senjata utama untuk meredam gejolak di masyarakat.
Koordinasi lintas sektoral dilakukan bahkan hingga larut malam untuk memastikan distribusi tetap lancar.
Merespons fenomena antrean panjang di SPBU Jember, pemangku kebijakan bergerak cepat mengambil langkah taktis untuk menjamin ketersediaan energi.
Meskipun tekanan geopolitik di Timur Tengah nyata, ketahanan energi di tingkat daerah seperti Jember diklaim masih sangat tangguh.
”Atas nama Pemkab Jember kami berharap masyarakat tetap tenang, stok BBM aman, bahkan melimpah,” ujar Bupati Muhammad Fawait, saat transit di Surabaya, sepulang Umrah, dan terhubung secara virtual bersama SBM Pertamina, dan Hiswana Migas, Kamis (5/03/2026) malam pukul 23.30 waktu setempat.
Pertamina Jember mengonfirmasi angka stok yang tersedia saat ini mencapai ratusan ton untuk berbagai jenis BBM subsidi maupun non-subsidi.
Angka ini dianggap lebih dari cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan yang terjadi secara mendadak.Strategi ini diambil agar ketahanan stok tetap terjaga tanpa mengganggu sirkulasi logistik rutin.
Proyeksi penambahan penyaluran pada hari Jumat (6/3) diharapkan mampu mengurai antrean yang terjadi di berbagai titik strategis kota.
”Stok kita di Jember sendiri cukup melimpah, ada sekitar 584 ton (Pertalite) untuk disalurkan kepada masyarakat, kemudian Pertamax ada di 279 ton,” urai SBM Pertamina Jember, Andi Reza.
DPC Hiswana Migas Besuki juga memastikan bahwa seluruh pengelola SPBU di wilayah Besuki, khususnya Jember, tetap patuh pada aturan pengendalian yang berlaku.
Ia juga menyatakan tidak ada instruksi untuk melakukan pembatasan secara sepihak yang bisa memicu kegaduhan lebih lanjut.
Pemerintah berharap warga bisa kembali fokus menjalankan ibadah Ramadan tanpa perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk keperluan harian.
”Stok BBM di Jember ini sebenarnya aman, tidak ada kendala yang berarti, sesuai dengan pengendalian,” tutup Ikbal Wilda Fardana, ketua Hiswana Migas Besiki, meyakinkan.Ketenangan masyarakat menjadi faktor penentu agar kondisi segera kembali normal. (redjatim)






















