Banyuwangi //TintaPo.Com// – Lonjakan volume kendaraan yang tidak terbendung membuat antrian mengular panjang, memicu terhentinya arus lalu lintas dari arah Jembrana.Jalur arteri menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, masih berupa “lautan kendaraan” pada Senin malam (16/03/2026).
Kemacetan ini didominasi oleh kendaraan pribadi roda empat dan ribuan sepeda motor para perantau yang mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari arus puncak di hari-hari mendatang.Belasan ribu pemudik yang hendak melintasi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju terjebak dalam kemacetan horor yang mencapai belasan kilometer.
Merespons situasi darurat ini, pihak kepolisian setempat berupaya melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai sarang di kantong-kantong pelabuhan parkir.
Kondisi di lapangan menunjukkan pergerakan kendaraan yang sangat lambat, bahkan cenderung statistik di beberapa titik kritis. Cuaca malam yang gerah menambah keletihan para pemudik yang tertahan selama berjam-jam di jalur utama tersebut.
Kepala Biro Operasi Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono di Denpasar, Minggu malam (15/3/2026), mengatakan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026 bekerja maksimal siang dan malam untuk memastikan arus mudik tetap berjalan aman dan tertib.
“Polda Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui berbagai langkah, mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas hingga penerapan sistem menunda kendaraan,” katanya, dikutip Senin (1603/2026).
Namun derasnya arus kedatangan pemudik membuat daya tampung pelabuhan tetap berada pada titik maksimal.
Para pemudik diharapkan tetap sabar dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima, mengingat antrian yang diprediksi masih akan berlangsung hingga dini hari nanti.
Pihak ASDP Ketapang-Gilimanuk dikabarkan telah mengoperasikan kapal-kapal dengan kapasitas besar (LCT) dan mempercepat durasi bongkar muat (port time) untuk mempercepat membantu kendaraan dari Bali ke Jawa.(redjatim)






















