ACEH TAMIANG //TintaPos.Com// – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) telah melaksanakan misi kemanusiaan memberikan santunan buka puasa dan sahur bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Sebanyak 16 relawan UAR yang telah beramal sholih dengan penuh semangat selama Ramadhan 1447 H, Senin 23 Maret 2026 kembali ke base camp masing-masing.
Relawan UAR dari Markas Pusat, Fikri Rafiul Haq, menjelaskan dengan berakhirnya pelaksanaan Program Ramadhan tersebut, sebanyak 11 relawan kembali ke Bogor melalui Pelabuhan Belawan Medan menggunakan Kapal KM Kelud pukul 10.00 WIB dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Kamis (26/03/2026) dini hari.
“Kemudian dua relawan pulang melalui jalan darat ke Jambi dan tiga personel kembali ke Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, menggunakan mobil Frontier dan sepeda motor,” ujar Fikri.
Sejak awal Ramadhan, para relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue membuka Dapur Umum (DU-1) di Maunasah Asy Syura, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bersama para muslimat setempat, setiap hari mereka menyiapkan sekitar 400 porsi makanan untuk buka puasa dan sahur bagi warga terdampak bencana.
Untuk memperluas jangkauan santunan, Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue juga membuka Dapur Umum kedua (DU-2) di Posko Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang setiap hari menyediakan sekitar 500 porsi makanan bagi masyarakat terdampak di berbagai titik, termasuk masjid-masjid sekitar.
“Untuk memaksimalkan penyantunan, kami melibatkan sebanyak 50 ibu-ibu warga setempat sebagai juru masak secara bergiliran, masing-masing 10 orang per hari,” tambah Fikri.
Program bertema “Eratkan Ukhuwah, Kuatkan Iman, Raih Keberkahan Ramadhan” ini merupakan lanjutan misi kemanusiaan UAR setelah sebelumnya turun membantu korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sejak November 2025 hingga akhir Januari 2026.
Menutup rangkaian kegiatan program Ramadhan 1447 Hijriah, UAR menggelar Sholat Idul Fitri dan Open House Lebaran yang disambut antusias masyarakat di Aceh Tamiang dan Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.
Harapan Masyarakat
Program Buka Puasa Bersama Masyarakat Aceh ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ahmad Jalimin, warga terdampak dari Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, mengaku sangat terbantu dan mengharapkan program sejenis dapat berlanjut di masa depan.
“Dalam kondisi kami yang masih kacau, banyak yang tinggal di pengungsian atau menumpang, program buka puasa dan sahur ini sangat membantu. Ke depan program seperti ini bisa dilanjutkan di tempat-tempat lain, karena masih banyak warga terdampak yang memerlukan bantuan.Terima kasih kepada UAR dan YEIF,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Reje/Kepala Kampung Medalai, Saifullah, menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang masih dalam kondisi trauma dan kesulitan ekonomi. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tuturnya.
Muhammad Nuriman, Kepala Dusun Bukit, Desa Tanjung Karang, juga menilai program ini mampu meringankan beban warga di pengungsian. “Bantuan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang masih tinggal di tenda dan belum pulih ekonominya. Harapan kami program ini bisa terus berlanjut selama masa pemulihan,” katanya.
Dari sisi dapur umum, Ibu Titin selaku Kepala DU-1 mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue.
“Kami sangat puas dan terbantu. Ibu-ibu di sini semangat memasak dari awal sampai akhir Ramadhan. Semoga program seperti ini bisa terus ada, termasuk bantuan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi warga,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Ruhama (Rida), Kepala DU-2 Takengon. “Kami senang bisa berbaur dengan relawan UAR. Program ini sangat membantu kami yang juga korban bencana banjir bandang. Menu yang disajikan sangat baik dan bervariasi. Ke depan kami berharap ada bantuan lanjutan, mungkin berupa sembako atau pakaian hangat,” katanya.
Sementara itu, Datuk Kampung Tanjung Karang, Ahmad Dahlawi, menilai kehadiran UAR tidak hanya membantu secara fisik tetapi juga memulihkan semangat masyarakat. “Kehadiran Tim UAR memberi harapan baru bagi warga kami. Ini bukan sekadar bantuan makanan, tapi juga penguatan mental dan kebersamaan,” ujarnya.
Program Ramadhan UAR–YEIF dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat solidaritas, memulihkan psikologis warga, dan menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Aceh yang tengah bangkit dari bencana. [AM]






















