RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Program Ramadhan UAR – YEIF Berakhir, Masyarakat Aceh Harapkan Program Lanjutan

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026 - 04:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG //TintaPos.Com// – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bekerja sama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) telah melaksanakan misi kemanusiaan memberikan santunan buka puasa dan sahur bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Sebanyak 16 relawan UAR yang telah beramal sholih dengan penuh semangat selama Ramadhan 1447 H, Senin 23 Maret 2026 kembali ke base camp masing-masing.

Relawan UAR dari Markas Pusat, Fikri Rafiul Haq, menjelaskan dengan berakhirnya pelaksanaan Program Ramadhan tersebut, sebanyak 11 relawan kembali ke Bogor melalui Pelabuhan Belawan Medan menggunakan Kapal KM Kelud pukul 10.00 WIB dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Kamis (26/03/2026) dini hari.

“Kemudian dua relawan pulang melalui jalan darat ke Jambi dan tiga personel kembali ke Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, menggunakan mobil Frontier dan sepeda motor,” ujar Fikri.

Sejak awal Ramadhan, para relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue membuka Dapur Umum (DU-1) di Maunasah Asy Syura, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bersama para muslimat setempat, setiap hari mereka menyiapkan sekitar 400 porsi makanan untuk buka puasa dan sahur bagi warga terdampak bencana.

Untuk memperluas jangkauan santunan, Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue juga membuka Dapur Umum kedua (DU-2) di Posko Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang setiap hari menyediakan sekitar 500 porsi makanan bagi masyarakat terdampak di berbagai titik, termasuk masjid-masjid sekitar.

“Untuk memaksimalkan penyantunan, kami melibatkan sebanyak 50 ibu-ibu warga setempat sebagai juru masak secara bergiliran, masing-masing 10 orang per hari,” tambah Fikri.

Program bertema “Eratkan Ukhuwah, Kuatkan Iman, Raih Keberkahan Ramadhan” ini merupakan lanjutan misi kemanusiaan UAR setelah sebelumnya turun membantu korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh sejak November 2025 hingga akhir Januari 2026.

Menutup rangkaian kegiatan program Ramadhan 1447 Hijriah, UAR menggelar Sholat Idul Fitri dan Open House Lebaran yang disambut antusias masyarakat di Aceh Tamiang dan Kekening, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

Harapan Masyarakat

Program Buka Puasa Bersama Masyarakat Aceh ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ahmad Jalimin, warga terdampak dari Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, mengaku sangat terbantu dan mengharapkan program sejenis dapat berlanjut di masa depan.

Baca Juga:  Sebagai Bentuk Rasa Syukur Kepada Sang Pencipta, KSPM dan BEM Fakultas Ekonomi Universitas Bakti Indonesia Kolaborasi Berbagi Takjil

“Dalam kondisi kami yang masih kacau, banyak yang tinggal di pengungsian atau menumpang, program buka puasa dan sahur ini sangat membantu. Ke depan program seperti ini bisa dilanjutkan di tempat-tempat lain, karena masih banyak warga terdampak yang memerlukan bantuan.Terima kasih kepada UAR dan YEIF,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Reje/Kepala Kampung Medalai, Saifullah, menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang masih dalam kondisi trauma dan kesulitan ekonomi. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tuturnya.

Muhammad Nuriman, Kepala Dusun Bukit, Desa Tanjung Karang, juga menilai program ini mampu meringankan beban warga di pengungsian. “Bantuan ini sangat membantu, terutama bagi warga yang masih tinggal di tenda dan belum pulih ekonominya. Harapan kami program ini bisa terus berlanjut selama masa pemulihan,” katanya.

Dari sisi dapur umum, Ibu Titin selaku Kepala DU-1 mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue.

“Kami sangat puas dan terbantu. Ibu-ibu di sini semangat memasak dari awal sampai akhir Ramadhan. Semoga program seperti ini bisa terus ada, termasuk bantuan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) bagi warga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ibu Ruhama (Rida), Kepala DU-2 Takengon. “Kami senang bisa berbaur dengan relawan UAR. Program ini sangat membantu kami yang juga korban bencana banjir bandang. Menu yang disajikan sangat baik dan bervariasi. Ke depan kami berharap ada bantuan lanjutan, mungkin berupa sembako atau pakaian hangat,” katanya.

Sementara itu, Datuk Kampung Tanjung Karang, Ahmad Dahlawi, menilai kehadiran UAR tidak hanya membantu secara fisik tetapi juga memulihkan semangat masyarakat. “Kehadiran Tim UAR memberi harapan baru bagi warga kami. Ini bukan sekadar bantuan makanan, tapi juga penguatan mental dan kebersamaan,” ujarnya.

Program Ramadhan UAR–YEIF dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat solidaritas, memulihkan psikologis warga, dan menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Aceh yang tengah bangkit dari bencana. [AM]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru