Jember //TintaPos.Com// – Polemik usulan peniadaan program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan memicu reaksi dari partai politik di Kabupaten Jember. Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jember, Abdussalam Alamsyah, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap program yang digagas Bupati Muhammad Fawait tersebut.
Menurut Abdussalam yang akrab disapa Cak Salam, program Bunga Desaku justru menjadi terobosan penting dalam mendekatkan pemerintah dengan masyarakat hingga ke pelosok desa. Ia menilai program tersebut efektif karena memungkinkan warga menyampaikan langsung berbagai persoalan tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.
“Program Bunga Desaku ini sangat efektif, efisien, dan sangat mengena kepada masyarakat. Bupati hadir langsung, menginap, dan bekerja di desa bersama seluruh OPD. Ini baru pertama kali dilakukan di Jember,” ujarnya, Selasa (24/3/2026) malam.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas usulan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto yang sebelumnya menyarankan agar kegiatan Bunga Desaku ditiadakan dengan alasan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Widarto menilai penyerapan aspirasi masyarakat dapat dilakukan melalui kanal digital seperti siaran langsung di media sosial atau melalui layanan pengaduan Wadul Guse, yang menurutnya lebih hemat biaya dan membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan keluhan.
Namun, Cak Salam berpandangan berbeda. Ia menilai tidak semua masyarakat memiliki akses atau kemampuan menggunakan media sosial, sehingga pertemuan langsung tetap dibutuhkan, terutama bagi warga di desa dan wilayah terpencil.
“Tidak semua masyarakat punya handphone atau terbiasa menggunakan media sosial. Dengan Bunga Desaku, pemerintah justru yang mendatangi masyarakat, bukan sebaliknya,” katanya.
Ia menambahkan, melalui program tersebut masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan bupati dan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah. Hal ini dinilai mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan karena keluhan dapat langsung ditindaklanjuti tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.
Selain itu, kegiatan Bunga Desaku juga disebut memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi tanpa sekat. Warga, menurutnya, bisa menyampaikan kebutuhan pembangunan, keluhan pelayanan, hingga usulan program secara terbuka di hadapan pemerintah daerah.
“Kesempatan rakyat bertemu pemimpinnya tanpa jarak itu sangat penting. Mereka bisa langsung menyuarakan unek-unek dan usulan program. Ini yang membuat Bunga Desaku benar-benar dirasakan manfaatnya oleh wong cilik,” ujarnya.
Cak Salam bahkan menyebut program tersebut layak menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu memperluas pemerataan pelayanan hingga ke wilayah desa dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau.
Ia juga menilai kegiatan Bunga Desaku tidak hanya soal dialog, tetapi juga diikuti implementasi langsung berbagai program pemerintah, mulai dari layanan administrasi, sosialisasi kebijakan, hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini bukan sekadar seremonial. Banyak layanan langsung yang dibawa ke desa, termasuk penyaluran bantuan dan penyelesaian masalah masyarakat di tempat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Cak Salam menegaskan bahwa PAN sebagai partai pengusung akan terus mengawal dan mendukung program-program prioritas Bupati Fawait, termasuk Bunga Desaku, karena dinilai sejalan dengan visi mendekatkan pemerintah kepada rakyat.
Di sisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, sebelumnya menyampaikan bahwa usulan peniadaan Bunga Desaku bukan berarti menolak tujuan program, melainkan lebih pada pertimbangan efisiensi anggaran. Ia menilai kegiatan serupa dapat digantikan dengan komunikasi digital yang lebih murah dan dinilai efektif.
Meski demikian, perbedaan pandangan antar partai tersebut menunjukkan adanya dinamika politik lokal dalam menilai efektivitas pendekatan langsung pemerintah kepada masyarakat. Sementara PAN menilai program ini sebagai wujud keberpihakan kepada rakyat kecil, PDIP menekankan pentingnya efisiensi dan pemanfaatan teknologi dalam menyerap aspirasi publik..(Nur/Tp)






















