Sulawesi Utara //TintaPos.Com// – Lima anak buah kapal (ABK) menjadi korban kecelakaan laut akibat kebakaran disertai ledakan mesin di perairan Pulau Dua, Maluku Utara, Jumat (27/3/2026) dini hari.
Evakuasi korban ABK Km Anaya berlangsung di Di muat di kapal patroli SBU safe boot unit kp xv 2001 dengan kapten kapal Bripka raldy Lengkong s.sos bersama crew.
Setiba di dermaga Ditpolairud Polda Sulut tepatnya di kelurahan tandurusa, kecamatan Aertembaga, kota Bitung, di Sambutan langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H bersama Basarnas dan Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Utara.
Keterangan tersebut, Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, insiden ini pertama kali diketahui melalui laporan ABK yang meminta pertolongan lewat media sosial.
Menindaklanjuti informasi tersebut, kata Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan unsur terkait segera melakukan koordinasi untuk proses evakuasi.
Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 75 mil laut dari Bitung. Saat insiden terjadi, kapal nelayan tersebut masih dapat bergerak dengan kecepatan 4 hingga 5 knot menuju Manado. Namun, waktu tempuh diperkirakan mencapai 10 hingga 11 jam,” katanya
Selain itu, kata Dirpolairud Polda Sulut, untuk mempercepat penanganan, tim gabungan mengerahkan armada dan melakukan evakuasi di tengah laut. Upaya ini berhasil mempercepat penyelamatan seluruh korban.
Satu korban dengan luka bakar berat mencapai sekitar 90 persen dievakuasi menggunakan Kapal Polisi SBU XV-2001. Korban langsung dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado untuk mendapatkan penanganan intensif,” katanya di sela-sela penjemputan korban di dermaga Polairud Polda Sulut di wilayah Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga.
Sementara itu, “Empat korban lainnya dievakuasi oleh TNI Angkatan Laut dan dibawa menuju Dermaga Satrol Bitung. Mereka dilaporkan mengalami luka bakar sedang hingga ringan dan akan mendapatkan penanganan lanjutan,” tambahannya.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan sementara dari ABK, insiden diduga dipicu oleh bahan bakar yang disimpan dalam jeriken di atas kapal.
Evakuasi ini melibatkan sinergi Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Bitung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Prioritas utama diberikan kepada korban dengan luka paling parah agar segera mendapatkan penanganan medis.






















