RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

WARISAN BUDAYA DAN SILATURAHMI: LOMBA TARI ADAT KECICERAN 2 SAWAL 1447 HIJRIAH MERIAHKAN IDUL FITRI DI PEKON TANJUNG WAYBATANG

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Barat Krui,//TintaPos.Com// – Kecamatan Lemong Pekon Tanjung Waybatang 22 Maret 2026 – Suasana hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pekon Tanjung Waybatang, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, semakin hidup dan berwarna. Tradisi yang sudah berjalan lama, yaitu kegiatan Keciciran Lomba Tari Menari Adat Budaya, kembali digelar sebagai puncak perayaan sekaligus wadah silaturahmi bagi seluruh masyarakat.

“Acara yang digelar di lingkungan masyarakat Dua Sawal ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan manifestasi dari semangat kebersamaan yang melekat pada hari kemenangan. Setelah sebulan penuh berpuasa dan menahan hawa nafsu, masyarakat berkumpul untuk saling memaafkan dan merayakan persatuan melalui gerakan tarian yang penuh makna. ” Kata Taswir Ketua Karang Taruna Tanjung Waybatang .

Kegiatan ini menjadi momen penting karena berhasil menjaga kelestarian warisan leluhur di tengah perkembangan zaman. Berbagai tarian adat khas Pesisir barat Krui Kecamatan Lemong Pekon Tanjung Waybatang Lampung, khususnya yang tumbuh di Wilayah Pugung (Orang setempat menyebutnya) ditampilkan oleh para penari dari berbagai Kecamatan /Pekon (Desa) yang di tampilkan dari usia Mulai generasi muda hingga para sesepuh adat berkumpul di arena Acara, menciptakan rantai penyampaian nilai-nilai budaya yang tak terputus.

“Kegiatan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Idul Fitri di sini (Pekon Tanjung Waybatang). Jec Lemong. Selain untuk merayakan hari raya, lomba ini adalah cara kita berterima kasih kepada leluhur dan memastikan bahwa anak cucu kita tetap mengenal identitas budayanya,” ujar Mat Munadi Peratin Pekon Tanjung Way batang kecamatan Lemong.

Baca Juga:  Besuk Pacar di Lapas Banyuwangi, Seorang Perempuan Kepergok Selundupkan Sabu

Lomba yang bernuansa silaturahmi ini tidak hanya menonjolkan aspek kompetisi, tetapi lebih menekankan pada interaksi sosial. Masyarakat dari berbagai dusun dan pekon sekitar berdatangan, saling bertemu, dan berbagi kebahagiaan. Suasana kekeluargaan terasa kental, di mana perbedaan tidak dilihat sebagai pemisah, melainkan sebagai kekayaan yang melengkapi kebersamaan.

Pemerintah Pekon dan panitia penyelenggara berharap, tradisi Keciciran Lomba Tari Menari ini dapat terus lestari. Selain sebagai daya tarik budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga serta menjadi contoh bagaimana perayaan hari raya agama dapat diselaraskan dengan kekayaan budaya lokal, menjadikan Idul Fitri di pekon Tanjung Waybatang kecamatan lemong kabupaten pesisir Barat Krui Lampung selalu dinanti dan penuh makna,

“kekiceran di pekon way batang kecamatan lemong dimana acaranya sangat meriah sekali, Menurut Andan Satria,Terbentuk nya kekiceran dari tahun 1961 hingga sampai sekarang sangat bagus sekali,karna selain dari ajang silaturahmi tahunan kekiceran juga meningkatkan untuk menjaga dan melestarikan budaya terkhusus nya budaya pugung pesisir.

Tidak semua kecamatan yang berada di kabupaten pesisir barat lampung yang mengadakan kekiceran, kekiceran cuma di adakan di dua kecamatan yakni kecamatan lemong dan kecamatan pesisir utara

Maka dari itu saya mengajak kita semua untuk melestarikan dan menjaga ragam budaya yang ada di kabupaten pesisir barat ini terkususnya di kecamatan lemong dan kecamatan pesisir utara
“Tabik Pun ” Tutup Andan Satria Gukhu Takhi pekon tanjung Waybatang.

(Sunardi TP)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru