RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Maneger PT. Citra Riau Sarana, Afli Hendri, Menyatakan Keprihatinan mendalam atas tindakan Premanisme Korporasi yang Dilakukan PT. Wanasari

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 07:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​KUANTAN SINGINGI //TintaPos.Com// – Ketegangan di sektor agraria kembali memuncak akibat tindakan sepihak yang dilakukan oleh PT. Wanasari. Hari ini, perusahaan tersebut secara terang-terangan memasuki lahan yang di klaim berada dalam penguasaan sah PT. Citra Riau Sarana (CRS). Tidak hanya sekadar masuk, PT. Wanasari dilaporkan melakukan pengrusakan tanaman secara masif dan melakukan penggalian parit tanpa mengindahkan protes dari manajemen PT. CRS di lapangan.

​Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap tertib hukum dan etika bisnis. Yang lebih memprihatinkan, aksi “penyerbuan” lahan ini dikawal ketat oleh ratusan personel dari oknum TNI dan Polri, yang memicu spekulasi liar mengenai adanya praktik “beking” terhadap perusahaan yang masa depan izinnya sedang di ujung tanduk tersebut.

​Meski dihadang oleh pihak manajemen PT. Citra Riau Sarana yang berusaha mempertahankan aset perusahaan, pihak PT. Wanasari tetap melanjutkan aktivitas ilegalnya. Alat berat jenis Exsapator dikerahkan untuk merusak tanaman produktif yang selama ini dikelola oleh PT. CRS.

​Meneger PT. Citra Riau Sarana, Afli Hendri, menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan arogan ini.

​”Kami sangat menyayangkan tindakan premanisme korporasi yang dilakukan PT. Wanasari. Mereka masuk ke area kami, merusak tanaman kami, dan seolah tidak tersentuh hukum karena membawa kekuatan aparat dalam jumlah besar. Ini adalah bentuk intimidasi nyata terhadap kami,” ujar Afli Hendri dengan nada tegas.

Baca Juga:  Camat Nanggalo David Ferdinand Usung Semangat “Bangkit dan Amanah”

​Kegaduhan yang ditimbulkan oleh PT. Wanasari bukanlah hal baru. Reputasi buruk perusahaan ini dalam menjaga kondusivitas wilayah telah menjadi catatan merah bagi pemerintah daerah. Akibat rentetan konflik dan penilaian negatif atas operasionalnya, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Ambi sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi resmi untuk TIDAK MEMPERPANJANG Hak Guna Usaha (HGU) PT. Wanasari sebagai mana tertuang di dalam surat rekomendasi Bupati Nomor 500.8.1/DISBUNNAK/II/2026/291 tertanggal 27 Februari 2026.

​Hadirnya ratusan aparat TNI dan Polri di lokasi kejadian juga menjadi sorotan tajam. Publik mempertanyakan netralitas aparat negara yang seharusnya menjadi pengayom, bukan justru menjadi tameng bagi perusahaan yang sedang bersengketa, apalagi membantu aktivitas pengrusakan lahan yang diklaim pihak lain.

​PT. Citra Riau Sarana mendesak pihak berwenang dan pemangku kebijakan untuk segera turun tangan menghentikan aktivitas ilegal PT. Wanasari. Perusahaan menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan menempuh jalur hukum atas pengrusakan aset serta intimidasi yang terjadi.

Rilis

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru