BANYUWANGI, //TINTAPOS.COM// – Upaya mengembangkan sport tourism di Banyuwangi kembali mendapat perhatian internasional. Perusahaan manajemen olahraga asal Korea Selatan, Sportizen, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sebagai bagian dari penjajakan kerja sama strategis.
Perwakilan Sportizen, Chan Koo Shim dan Jungchan Lee, meninjau Stadion Diponegoro serta Agrowisata Tamansuruh (AWT). Kunjungan tersebut didampingi oleh Pemilik Persewangi Banyuwangi, Purwo Handoko, dan Presiden Persewangi Banyuwangi, Handoko.
Turut hadir pula Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Samsudin, serta Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Hartono, yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofiq.
Pemilik Persewangi Banyuwangi, Purwo Handoko menegaskan bahwa kehadiran Sportizen bukan sebagai investor, melainkan mitra pengelola yang memiliki pengalaman internasional di bidang manajemen olahraga.
Mereka ini perusahaan yang sudah mengelola berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola di Eropa. Karena ketertarikan itu, kami ingin menjajaki kerjasama dengan Sportizen untuk mengembangkan fasilitas olahraga di Banyuwangi,” ujarnya.
Salah satu fokus utama kunjungan adalah rencana pemanfaatan AWT sebagai lokasi training ground berstandar internasional. Purwo mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menyewa kawasan tersebut dalam jangka panjang dan membangun dua hingga tiga lapangan latihan lengkap dengan fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran.
Konsep pengembangan ini diarahkan untuk menarik klub-klub luar negeri, khususnya dari Korea Selatan dan Eropa, yang membutuhkan tempat latihan saat musim dingin.
mereka tidak bisa berlatih di negara asal. Banyuwangi bisa menjadi solusi dengan menyewakan fasilitas ini selama beberapa bulan,” jelas Purwo, ke media sabtu
Selain AWT, Stadion Diponegoro juga masuk dalam rencana pengembangan. Persewangi tengah mengajukan skema pengelolaan jangka panjang kepada pemerintah daerah, dengan rencana renovasi bertahap.
Tahun ini, fokus perbaikan diarahkan pada kualitas lapangan agar memenuhi standar Liga 1. Sementara pada 2027, stadion direncanakan menggunakan sistem kursi tunggal (single seat) dengan kapasitas sekitar 12 ribu penonton.
Kami ingin stadion ini tidak terlalu besar, tetapi berkualitas, seperti stadion di Eropa yang kecil namun nyaman dan berstandar internasional,” ungkapnya.
Presiden Persewangi, Handoko, menekankan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal dari komitmen yang telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah daerah. Dia melihat potensi besar sport tourism sebagai penggerak ekonomi daerah..
Handoko menambahkan, setelah kunjungan lapangan, pihaknya akan mempresentasikan rencana pengembangan stadion dan AWT kepada pemerintah daerah. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum masuk ke pembahasan teknis kerja sama.
“Ini bukan proses sederhana. Banyak hal yang harus disesuaikan, tapi yang terpenting adalah adanya komitmen awal. Dari sini kita akan melangkah ke tahap yang lebih detail,” katanya.
Handoko berharap kerjasama ini dapat menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Banyuwangi sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism di tingkat internasional.
(Tim)






















