RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Jama’ah Muslimin Kecam Keras Pendudukan RS Indonesia di Gaza oleh Militer Zionis Israel

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 14:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, //TintaPos.Com// – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sikap tegas atas pendudukan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Utara oleh Israel Defense Forces (IDF), yang terjadi pada Senin 20 April lalu. Organisasi tersebut mengecam keras tindakan yang dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan hukum internasional.

Dalam keterangan resminya, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengungkapkan bahwa pasukan IDF tidak hanya menduduki fasilitas kesehatan tersebut, tetapi juga mengibarkan bendera Israel dan memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion”. Spanduk itu disebut sebagai bagian dari propaganda militer yang dikaitkan dengan narasi perang serta momentum peringatan kemerdekaan Israel.

Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang dibangun dari donasi masyarakat Indonesia, disebut sebagai simbol solidaritas dan kepedulian kemanusiaan. Namun, menurut pernyataan tersebut, rumah sakit kini mengalami kerusakan parah, ditutup total, dan dialihfungsikan menjadi pos militer zionis Yahudi.

“Pendudukan ini merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari harta dan kepedulian rakyat Indonesia untuk tujuan pengobatan,” demikian isi pernyataan yang ditandatangani Amir Majelis Ukhuwah Pusat, H. Sakuri, S.H., di Bogor, Jum’at (24/4/2026).

Baca Juga:  KDKMP 4 Unit Di Jember,Rampung Dan Siap Beroperasional Di Bulan April

Lebih lanjut, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menegaskan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas sipil yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional. Oleh karena itu, segala bentuk pendudukan maupun perubahan fungsi menjadi kepentingan militer dinilai sebagai pelanggaran berat hukum perang.

Organisasi tersebut juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pihak Israel untuk segera menghentikan pendudukan, menurunkan simbol-simbol propaganda militer, serta meninggalkan area Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Selain itu, mereka juga meminta komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, agar segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan dugaan kejahatan perang dan membawa pihak yang bertanggung jawab ke Mahkamah Pidana Internasional.

Kepada pemerintah Indonesia, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mendesak agar segera melayangkan protes resmi melalui forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta mengambil langkah konkret bersama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menghentikan konflik dan kekerasan yang terjadi di Palestina.

Pernyataan ini menjadi bentuk respons atas situasi yang berkembang di Gaza, sekaligus seruan kepada dunia internasional untuk lebih serius melindungi fasilitas sipil dan kemanusiaan di wilayah konflik. [AM]

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru