Kota Bima, NTB – //tintapos.com//-Sabtu,13 Juni 2026 ,Menulis untuk mebuka mata ,Berdasarkan tugas dan fungsi jurnalistik untuk mencari, mengumpulkan, serta memverifikasi informasi guna disampaikan kepada publik, Kepala Perwakilan Wilayah NTB Media Nasional Tinta Pos, Adim, telah melakukan penelusuran mendalam terkait peristiwa kematian Rizal alias kico yang terjadi di wilayah Desa Nunggi, Kota Bima.
Dari hasil pengumpulan data, keterangan warga, dan pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan yang saling berkaitan, sehingga memunculkan dugaan kuat bahwa peristiwa ini bukan sekadar peristiwa tertangkapnya seseorang yang diduga mencuri, melainkan memiliki latar belakang yang lebih serius.
RANGKAIAN KEJANGGALAN YANG MENJADI DASAR DUGAAN
Pertama: Jumlah Pelaku dan Logika Peristiwa
Dalam rekaman video yang beredar terlihat jelas terdapat lebih dari satu orang yang terlibat dan membawa korban menuju lokasi kejadian. Namun hingga saat ini, pihak penyidik baru menetapkan satu orang sebagai tersangka. Bahkan orang yang ditangkap itu mengaku tidak mengenal siapa pun yang bersamanya saat kejadian.
Secara akal sehat pun hal ini sulit diterima: Kalaupun benar korban diduga sedang mencuri, mustahil hanya satu orang yang mampu melukai hingga menyebabkan kematian. Melawan saja butuh tenaga lebih, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. Hal ini sangat mengindikasikan adanya kerja sama lebih dari satu orang.
Kedua: Keterangan Saksi yang Membingungkan
Orang yang merekam kejadian tersebut hanya mengaku mengenal satu orang saja, yaitu tersangka yang kini ditahan. Padahal diketahui, orang tersebut bukan warga asli Desa Nunggi, melainkan pendatang yang menikah dengan warga setempat.
Timbul pertanyaan logis: Bagaimana mungkin orang yang baru datang dan bukan asal desa justru dikenal saksi, sedangkan orang-orang lain yang terlihat jelas bersama di lokasi — yang diduga warga asli desa — dikatakan tidak dikenalnya? Padahal saksi itu sendiri adalah warga Desa Nunggi. Hal ini menimbulkan dugaan adanya keterangan yang tidak jujur dan sengaja menutupi fakta.
Ketiga: Indikasi Upaya Melindungi Pelaku Secara Bersama
Penelusuran juga menemukan fakta yang semakin memperkuat kecurigaan: Terdapat dugaan kuat bahwa sebagian warga Desa Nunggi bertindak serentak untuk melindungi para pelaku. Bahkan pada saat petugas Reskrim Polres Bima Kota hendak mengamankan dan membawa pergi tersangka, Kepala Desa diduga sempat memprovokasi warga agar menghadang kendaraan kepolisian, dengan tujuan agar tersangka tidak dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Keempat: Barang Bukti yang Tidak Masuk Akal
Saat korban dilarikan ke Puskesmas terdekat, ditemukan barang yang diduga sebagai hasil curian berupa setengah karung padi. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Bagaimana mungkin seseorang berani mengambil risiko nyawa hanya untuk membawa padi sebanyak itu? Nilainya terlalu kecil untuk dijadikan alasan yang wajar sebagai pemicu peristiwa yang berujung kematian.
DUGAAN UTAMA
Berdasarkan rangkaian kejanggalan tersebut, kuat diduga bahwa kematian Rizal alias Cico bukan terjadi karena ia tertangkap mencuri, melainkan merupakan pembunuhan berencana. Sangat diduga skenario pencurian itu sengaja dibuat dan direkayasa untuk menutupi motif pembunuhan yang sesungguhnya.
Sebagai media yang bertugas mengawal kebenaran, Tinta Pos menyampaikan informasi ini dalam status dugaan dan belum menjadi kepastian hukum. Kami meminta Reskrim Polres Bima Kota untuk segera memperdalam penyelidikan, mengamankan semua pihak yang terlibat, menguji kebenaran setiap keterangan, serta mengungkap fakta yang sebenarnya tanpa pandang bulu.
Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi secara bertahap sesuai hasil penyelidikan resmi.
Red.
Disusun Oleh: ADIM
Kepala Perwakilan Wilayah NTB
Media Nasional TINTA POS ( Menulis Untuk Membuka Mata)
© 2026 Tinta Pos | Segala informasi disampaikan sebagai hasil penelusuran dan dugaan, menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
.




















