RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Hasil Penelusuran Informasi: Banyak Kejanggalan, Kuat Diduga Kematian Rizal Alias Kico Ada Unsur Lain.

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima, NTB – //tintapos.com//-Sabtu,13 Juni 2026 ,Menulis untuk mebuka mata ,Berdasarkan tugas dan fungsi jurnalistik untuk mencari, mengumpulkan, serta memverifikasi informasi guna disampaikan kepada publik, Kepala Perwakilan Wilayah NTB Media Nasional Tinta Pos, Adim, telah melakukan penelusuran mendalam terkait peristiwa kematian Rizal alias kico yang terjadi di wilayah Desa Nunggi, Kota Bima.

Dari hasil pengumpulan data, keterangan warga, dan pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan yang saling berkaitan, sehingga memunculkan dugaan kuat bahwa peristiwa ini bukan sekadar peristiwa tertangkapnya seseorang yang diduga mencuri, melainkan memiliki latar belakang yang lebih serius.

RANGKAIAN KEJANGGALAN YANG MENJADI DASAR DUGAAN

Pertama: Jumlah Pelaku dan Logika Peristiwa

Dalam rekaman video yang beredar terlihat jelas terdapat lebih dari satu orang yang terlibat dan membawa korban menuju lokasi kejadian. Namun hingga saat ini, pihak penyidik baru menetapkan satu orang sebagai tersangka. Bahkan orang yang ditangkap itu mengaku tidak mengenal siapa pun yang bersamanya saat kejadian.

Secara akal sehat pun hal ini sulit diterima: Kalaupun benar korban diduga sedang mencuri, mustahil hanya satu orang yang mampu melukai hingga menyebabkan kematian. Melawan saja butuh tenaga lebih, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. Hal ini sangat mengindikasikan adanya kerja sama lebih dari satu orang.

Kedua: Keterangan Saksi yang Membingungkan

Orang yang merekam kejadian tersebut hanya mengaku mengenal satu orang saja, yaitu tersangka yang kini ditahan. Padahal diketahui, orang tersebut bukan warga asli Desa Nunggi, melainkan pendatang yang menikah dengan warga setempat.

Timbul pertanyaan logis: Bagaimana mungkin orang yang baru datang dan bukan asal desa justru dikenal saksi, sedangkan orang-orang lain yang terlihat jelas bersama di lokasi — yang diduga warga asli desa — dikatakan tidak dikenalnya? Padahal saksi itu sendiri adalah warga Desa Nunggi. Hal ini menimbulkan dugaan adanya keterangan yang tidak jujur dan sengaja menutupi fakta.

Baca Juga:  Pimpin Patroli KRYD, Kapolsek Deli Tua AKP Kennedy Sitompul Pastikan Wilayah Hukum Kondusif

Ketiga: Indikasi Upaya Melindungi Pelaku Secara Bersama

Penelusuran juga menemukan fakta yang semakin memperkuat kecurigaan: Terdapat dugaan kuat bahwa sebagian warga Desa Nunggi bertindak serentak untuk melindungi para pelaku. Bahkan pada saat petugas Reskrim Polres Bima Kota hendak mengamankan dan membawa pergi tersangka, Kepala Desa diduga sempat memprovokasi warga agar menghadang kendaraan kepolisian, dengan tujuan agar tersangka tidak dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.

Keempat: Barang Bukti yang Tidak Masuk Akal

Saat korban dilarikan ke Puskesmas terdekat, ditemukan barang yang diduga sebagai hasil curian berupa setengah karung padi. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Bagaimana mungkin seseorang berani mengambil risiko nyawa hanya untuk membawa padi sebanyak itu? Nilainya terlalu kecil untuk dijadikan alasan yang wajar sebagai pemicu peristiwa yang berujung kematian.

DUGAAN UTAMA

Berdasarkan rangkaian kejanggalan tersebut, kuat diduga bahwa kematian Rizal alias Cico bukan terjadi karena ia tertangkap mencuri, melainkan merupakan pembunuhan berencana. Sangat diduga skenario pencurian itu sengaja dibuat dan direkayasa untuk menutupi motif pembunuhan yang sesungguhnya.

Sebagai media yang bertugas mengawal kebenaran, Tinta Pos menyampaikan informasi ini dalam status dugaan dan belum menjadi kepastian hukum. Kami meminta Reskrim Polres Bima Kota untuk segera memperdalam penyelidikan, mengamankan semua pihak yang terlibat, menguji kebenaran setiap keterangan, serta mengungkap fakta yang sebenarnya tanpa pandang bulu.

Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi secara bertahap sesuai hasil penyelidikan resmi.

Red.
Disusun Oleh: ADIM
Kepala Perwakilan Wilayah NTB
Media Nasional TINTA POS ( Menulis Untuk Membuka Mata)

© 2026 Tinta Pos | Segala informasi disampaikan sebagai hasil penelusuran dan dugaan, menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

 

.

Berita Terkait

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.
DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  
RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN
BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA
Proyek Rp344 Juta Tanpa Papan, Lalu Ditempel di Pohon — BAPEKA-NTB: Itu Melanggar Semua Aturan.Di Sorot Pinjam Perusahaan
JEJAK DIGITAL TERBONGKAR: MELVA PARDEDE DIDUGA BUKAN OJOL ASLI, MELAINKAN AKTOR LAPANGAN POLITIK
SEJARAH TERULANG: SEPERTI BANJIR MASA NUH, NEPAL DILANDA AIR DAHSYAT SETELAH MENINDAS UMAT ISLAM DAN MERUSAK MASJID
BAPEKA-NTB LAPORKAN DIREKTUR RSUD KOTA BIMA: DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG, PENGERUSAKAN ASET, HINGGA PENGGUNAAN DANA CSR TANPA PROSEDUR SAH
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:22

KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57

Dukung Fakta Media Tinta Pos, LSM NTB Akan Usut Tuntas & Laporkan Jaringan TPPO Vina ke Mabes Polri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:36

KSATRIA MUDA MERAH PUTIH KOTA BIMA AKBAR INVALIDE BANGUN GERAKAN BERSAMA KELUARGA KORBAN — DESAK CV. GARUDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS BURUH HARIAN CACAT PERMANEN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04

Akbar Invalide Kritik Keras Kinerja Kejari Bima, Soal Sera Suba Dinilai Jalan di Tempat.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:57

KABAG PBJ KOTA BIMA IRWANSYAH, MAP BUKA SUARA TEGAS: SAYA TIDAK BERWENANG MENGUBAH DPA MAUPUN PANGKAS ANGGARAN — PROYEK RSUD PROSES PENGADAAN CACAT KARENA RUP TIDAK SESUAI DPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:47

BAPEKA-NTB HADIR DI RDP DPRD KOTA BIMA, SELURUH ANGGOTA KOMISI I HADIR — JANJI EVALUASI & SIAP KELUARKAN REKOMENDASI PENGHENTIAN SEMENTARA, DESAK DPRD LAPORKAN TINDAK PIDANA PERUSAKAN ASET DAN PELANGGARAN ATURAN CSR

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13

BARA NTB GELAR AKSI SOROTI BOBROKNYA MANAJEMEN PT PLN NUSA DAYA NTB, DESAK PEMBERHENTIAN DIREKTUR HINGGA EVALUASI TOTAL SISTEM KERJA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:26

Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Bencana: Transparansi dan Integritas Harus Dikawal

Berita Terbaru