Kapolda Sumsel: Penanganan Karhutla Harus Dimulai dari Edukasi hingga Rehabilitasi

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 04:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG //TintaPos.Com// — Polda Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan sekaligus mendalami penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan, Selasa (9/9/2026).

Sebanyak 85 peserta didik tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 dan delapan Serdik SPPK. Kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) tersebut menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi para peserta didik untuk melihat secara langsung strategi dan praktik penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. mengatakan penanganan karhutla membutuhkan langkah yang menyeluruh dan berkesinambungan, mulai dari edukasi dan pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan.

“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” ujar Sandi.

Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi dilakukan verifikasi melalui berbagai sarana, baik menggunakan helikopter, drone maupun tim darat. Berdasarkan data pada 8 September 2026, tercatat 369 hotspot yang setelah dilakukan verifikasi ditemukan 31 titik api. Dari hasil penanganan tersebut, luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare dan sebanyak 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

Selain memperkuat pengerahan personel, Polda Sumsel terus mengembangkan langkah penanganan di lapangan, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta pengecekan dan pendinginan hingga malam hari guna memastikan bara api benar-benar padam.

Kehadiran para peserta didik Sespim dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai sarana pembelajaran. Mereka juga diharapkan dapat memberikan masukan, inovasi dan rekomendasi yang konstruktif untuk memperkuat strategi penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Baca Juga:  PLN Tolitoli Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Pelatihan Eco-Enzyme bagi Warga

“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” kata Sandi.

Dalam pelaksanaan PKDN dan KKP, para Serdik juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan serta dampak karhutla. Mereka diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan dan solusi yang berpotensi diterapkan di wilayah lain.

Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman operasional jajaran Polda Sumsel dengan perspektif akademik dan pembelajaran kepemimpinan para peserta didik Sespim. Pertukaran pengalaman dan gagasan diharapkan dapat memperkaya pendekatan penanganan karhutla, sehingga tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api muncul, tetapi juga memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan sejak awal.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Para Serdik mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penanganan Karhutla, sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi PKDN dan KKP tersebut, Polda Sumatera Selatan berharap penanganan karhutla semakin kuat dari sisi operasional sekaligus edukasi, inovasi dan pengembangan praktik baik. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk melindungi masyarakat, menjaga lingkungan dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di Sumatera Selatan.

Berita Terkait

Polsek Kuantan Tengah Tertibkan dan Musnahkan 11 Unit PETI di Desa Kampung Baru Sentajo
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petapahan, Enam Mesin Lanting/Darat Dimusnahkan
KRYD Operasi Sarang Narkoba, Tim Elang Kuantan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Beringin Taluk
Penguatan Advokasi Hukum Berkeadilan Jadi Fokus Musda I ARUN Sumbar
Suara Hati yang Belum Terdengar: Di Balik Ketegasan Regulasi PETI dan Jeritan Lambung Warga Miskin
Anggota DPRD Kota Padang Ja’far Resmi Buka Pelatihan Digital Marketing UMKM BERKELAS Angkatan I
Target Juara Umum Porprov II Muara Enim, KORMI dan FPMSI Palembang Gelar Seleksi Atlet Pingpong
Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:29

Polsek Kuantan Tengah Tertibkan dan Musnahkan 11 Unit PETI di Desa Kampung Baru Sentajo

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:26

Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petapahan, Enam Mesin Lanting/Darat Dimusnahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:37

KRYD Operasi Sarang Narkoba, Tim Elang Kuantan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Beringin Taluk

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:04

Penguatan Advokasi Hukum Berkeadilan Jadi Fokus Musda I ARUN Sumbar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:43

Suara Hati yang Belum Terdengar: Di Balik Ketegasan Regulasi PETI dan Jeritan Lambung Warga Miskin

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:55

Target Juara Umum Porprov II Muara Enim, KORMI dan FPMSI Palembang Gelar Seleksi Atlet Pingpong

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:30

Layanan Kepolisian 110, Polsek Kuantan Hilir Tindak Lanjuti Laporan PETI di Pulau Beralo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:01

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan

Berita Terbaru