MEDAN BATU LEBIH BERAT, UPAH CUMA Rp15 RIBU PER METER — SAMA AJA HISAB KERINGAT RAKYAT, BAPEKA-NTB SOROT KETIMPANGAN PROYEK SPAM RITE

- Penulis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA –//Tintapos.com//-SELASA, 6 OKTOBER 2026

Dugaan pemangkasan hak pekerja pada proyek air bersih kembali mencuat ke permukaan. Kali ini menimpa warga penggali parit pipa di Kelurahan Rite, dalam pelaksanaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp398.260.000 yang dikerjakan CV UNIKO. Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah NTB (BAPEKA-NTB) mengangkat sorotan tajam atas ketimpangan yang dinilai sangat tidak manusiawi.

Penggiat sekaligus aktivis senior BAPEKA-NTB, Ibnu Adam, menyampaikan bahwa timnya menerima laporan langsung dari buruh yang bekerja membelah lereng gunung demi menanam pipa. Para pekerja itu hanya dibayar Rp15.000 per meter lari — padahal medan yang mereka hadapi bukan tanah biasa, melainkan batuan cadas keras di ketinggian.

Kejanggalan kian terang setelah muncul data pembanding dari proyek serupa tahun lalu. Di Kelurahan Nae yang tanahnya relatif gembur dan mudah digali, upah yang diterima buruh justru dua kali lipat lebih tinggi.

“Masyarakat menyampaikan bukti kepada kami bahwa pada proyek SPAM tahun 2025 di Kelurahan Nae, penggalian dihargai Rp30.000 per meter. Sementara di Rite yang tanahnya berbatu, berat, dan berisiko tinggi, justru dipangkas menjadi Rp15.000 per meter. Ini sama saja tidak menghargai keringat rakyat,” tegas Ibnu Adam.

Berdasarkan Dokumen Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Dinas PUPR Kota Bima, penggalian tanah keras atau berbatu seharusnya dihitung per meter kubik, bukan dipotong sesuka hati per meter panjang. Untuk medan seperti di Rite, standar resmi berkisar Rp75.000 hingga Rp100.000 per meter kubik. Jika dikonversi ke kedalaman minimal 60 sentimeter, upah yang layak berada di angka Rp45.000 hingga Rp60.000 per meter ,bukan Rp15.000.

Baca Juga:  BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

BAPEKA-NTB menduga ada pemotongan alokasi biaya tenaga kerja hingga 70 persen. Dampaknya langsung terasa di lapangan: buruh terpaksa mengerjakan asal cepat, parit dangkal, pipa ditanam hanya 10–20 sentimeter, dan ditimbun langsung dengan batu tajam tanpa lapisan pelindung pasir.

“Begitu dilewati kendaraan, pipa pasti pecah. Ratusan juta rupiah proyek ini akan rusak dan warga Rite kembali tidak bisa menikmati air bersih. Kerugian ganda terjadi: buruh diperas tenaganya, rakyat tidak mendapat manfaat,” papar Ibnu Adam.

BAPEKA-NTB meminta Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PUPR, tim pengawas lapangan, serta Inspektorat Daerah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh ke lokasi. CV UNIKO diminta menyesuaikan upah sesuai tingkat kesulitan medan sekaligus melengkapi perlindungan keselamatan kerja.

“Uang APBD itu milik rakyat. Jangan di atas penderitaan warga yang haus air, ada yang ikut merugikan buruh kecil. Jika tidak ada perbaikan segera, kami bersama masyarakat akan menyerahkan laporan dugaan penyimpangan ini langsung ke aparat penegak hukum,” pungkas Ibnu Adam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV UNIKO maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi.

Red.

Berita Terkait

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN
BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK
BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT
Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.
SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!
MENUAI PROTES, PENERAPAN PARKIR DIGITAL RSUD KOTA BIMA DIDUGA CACAT PROSEDUR DAN TAK TERENCANA
 BANGUN RUMAH BANGUN HARAPAN — BAZNAS NTB BERSAMA BAZNAS KOTA BIMA BINA CALON PENERIMA RUMAH LAYAK HUNI
SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:07

Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:11

Jum’at Berkah, Wujud Kepedulian Sosial, PPWI Riau Bersama Polsek Cerenti Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:35

SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Kamis, 24 September 2026 - 01:08

Polsek Sekayu Bantu Kebutuhan Air Bersih Warga Lumpatan II Muba

Senin, 21 September 2026 - 18:13

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Sungai Pinang, Api Masih Sisakan Asap

Kamis, 10 September 2026 - 11:44

Karhutla Banyuasin Capai 26,5 Hektare, Polda Sumsel Fokus Padamkan dan Dinginkan Area Terdampak

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Berita Terbaru