RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Alarm 45% Bansos Meleset: Mahdalena Tekankan DTSEN sebagai Kunci Keadilan Sosial

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA //TintaPos.Com// – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., mengeluarkan desakan keras kepada pemerintah untuk segera melakukan penguatan komprehensif terhadap Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap pernyataan Menteri Sosial yang mengungkapkan fakta mengejutkan: sekitar 45 persen penyaluran bantuan sosial (bansos) selama ini tidak tepat sasaran.

Dalam pandangan Mahdalena, angka tersebut bukan sekadar indikator masalah teknis, melainkan alarm serius yang menyoroti inefektivitas sistem perlindungan sosial nasional. “Ini berarti ada ketimpangan yang nyata: warga miskin yang berhak menerima bantuan justru terlewatkan, sementara pihak yang tidak memenuhi syarat malah mendapatkan akses. Hal ini tidak hanya merugikan, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah,” tegasnya dalam keterangan resmi melalui media sosial Minggu (15/02/2026).

Mahdalena menjelaskan bahwa DTSEN berperan sebagai fondasi data terpadu yang krusial untuk menjamin akurasi penyaluran subsidi dan perlindungan sosial. Menurutnya, lemahnya kualitas data—seperti adanya data ganda, data yang tidak lengkap, atau data yang tidak dimutakhirkan secara berkala—menjadi akar masalah yang terus memicu ketidaktepatan sasaran bansos setiap tahun. “Data yang tidak akurat akan membuat seluruh rantai penyaluran menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, penguatan DTSEN bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mendesak,” ujarnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Speed Boat di Perairan Muara Telang, Satu Penumpang Meninggal Dunia

Selain aspek teknis, Mahdalena menekankan pentingnya keterlibatan multi-pihak dalam proses penguatan data. Ia menyarankan agar pemerintah melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan, serta membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melakukan koreksi secara transparan. “Pemerintah daerah dan masyarakat di lapangan memiliki pemahaman yang paling mendalam tentang kondisi sosial ekonomi warga. Keterlibatan mereka akan sangat membantu memastikan data yang dihasilkan akurat dan relevan,” katanya.

Mahdalena juga menegaskan bahwa DTSEN harus menjadi “data yang hidup”—sistem yang dinamis dan responsif terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. “Data tidak boleh bersifat statis. Ia harus terus diperbarui sesuai dengan perubahan yang terjadi di lapangan. Hanya dengan demikian, penyaluran bansos dapat benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Hj. Mahdalena menyatakan akan terus mendorong Kementerian Sosial dan lembaga terkait untuk menjadikan penguatan DTSEN sebagai prioritas utama dalam reformasi sistem perlindungan sosial. Ia menilai akurasi data adalah kunci strategis untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.

“Bansos menyangkut hak dasar masyarakat miskin, lansia, dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Kami meminta pemerintah memastikan setiap bantuan sampai kepada tangan yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

Red (Adim. TP-NTB)

Berita Terkait

Ketua Umum DPP Yayasan GANISA Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H / 16 Juni 2026 M
KASUS VIRAL BRI BIMA: TIDAK ADA KEPUTUSAN JELAS, DISEBUT RAHASIA BANK — SAMA SAJA MENYEMBUNYIKAN PERSOALAN, APAKAH CUKUP UNTUK MEMPERBAIKI RUMAH TANGGA YANG SUDAH RUSAK?
Transformasi Nyata Di Secata Rindam XIII/Merdeka: Letkol Infanteri Ade Rohmat Humanis Wujudkan Lingkungan Layak Prajurit
Kepala Dinas Pakai Mobil Pribadi Ngantor,Karena Semua Mobil Dinas OPD Ditarik
Juprizal Ketua DPRD Kabupaten Kuansing Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Bersatu Menyukseskan Pelaksanaan MTQ XLIV
Tragedi Malam Minggu: Kios Terbakar, Seorang Wanita Paruh Baya Tewas Terjebak di Dalam
Menyambut Usia ke-68, Kodam XIII/Merdeka Perkuat Semangat Prajurit Melalui Bantuan dan Perhatian
58 Pengurus PBVSI Tolitoli Resmi Dilantik, Bidik Prestasi hingga PON 2028
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 04:13

BAZNAS KOTA BIMA SALURKAN BANTUAN: HADIRKAN KEBAHAGIAAN DAN HARAPAN BAGI MASYARAKAT

Senin, 15 Juni 2026 - 03:19

KETUA RW DAN RT LAYANGKAN SURAT, DESAK KELURAHAN KIRIM KLARIFIKASI KE BPBD DAN PERKIM TERKAIT NASIB IBU JUNARI

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:24

DLH KOTA BIMA TERIMA BANTUAN TEMPAT SAMPAH DARI IPEMI KOTA BIMA Wujud Sinergi dan Kepedulian Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Sesuai Jargon “Kota Bima BISA”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:03

NASIB IBU JUNARI, WARGA KOTA BIMA: LAHAN DIAMBIL UNTUK RELOKASI BANTARAN SUNGAI PADOLO, GANTI RUGI TAK JELAS HINGGA KINI

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:06

KISAH PILU DAN LANGKAH HUKUM: Ibu Siap Tes DNA Bukti Hak Anak; FAN Bantah Tuduhan, DP3A & Kesbangpol Ambil Alih Penanganan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16

KISAH PILU DI KOTA BIMA: ANAK DITOLAK AYAHNYA YANG BERSTATUS PNS, SOSOK IBU AKAN MENANTANG TES DNA

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:23

KASUS VIRAL: ISTRI SAH (RP) MENDATANGI KANTOR BRI, DESAK PEMBERHENTIAN SECARA TIDAK TERHORMAT KEPADA SAUDARI SENIA (SW) TETAP DAN PENGEMBALIAN SEMUA PEMBERIAN; TERUNGKAP BABAK BARU DAN BUKTI BARU.

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:06

ISTRI OKNUM POLISI DOMPU DITANGKAP MILIKI SABU, PERLAKUAN KHUSUS DAN TRANSPARANSI DIpertanyakan

Berita Terbaru