Kota Bima- //tintapos.com/ – Sebuah kisah yang menyentuh hati sekaligus memprihatinkan terjadi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Seorang anak bernama Ibra harus merasakan kepahitan hidup saat berusaha mencari sosok ayah kandungnya, justru mendapatkan penolakan keras. Lebih ironis lagi, ayah yang seharusnya bertanggung jawab diketahui berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Bima.
Kisah ini bermula dari ikatan pernikahan yang dilangsungkan secara sirih pada 10 Agustus 2012 antara N.I. dan F.A. Pernikahan tersebut berlangsung pada malam hari di lingkungan Kelurahan Melayu, tanpa kehadiran maupun persetujuan dari keluarga kedua belah pihak.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 20 Mei 2013, lahirlah Ibra. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Beberapa hari sebelum melahirkan, keluarga N.I. mendatangi kediaman F.A. untuk meminta pertanggungjawaban, namun hanya diberi uang sebesar Rp2.500.000. Setelah anak lahir, F.A. masih sempat memberikan nafkah selama sekitar empat bulan, namun setelah itu ia menghilang tanpa kabar dan tidak pernah mau mengakui Ibra sebagai anak kandungnya.
Seiring bertambahnya usia, Ibra mulai menyadari keanehan dalam hidupnya. Ia pernah bertanya kepada ibunya, “Bu, siapa ayahku? Di mana dia sekarang?”. Namun N.I. belum mampu memberikan jawaban yang pasti. Rasa penasaran itu terus ada, hingga suatu hari Ibra memberanikan diri bertanya kepada bibinya. Dari sanalah ia akhirnya mengetahui siapa ayah kandungnya, bahwa ayahnya bekerja sebagai PNS, serta di mana alamat rumahnya berada.
Tanpa ragu, Ibra memutuskan untuk mendatangi kediaman ayahnya. Namun apa yang diterimanya justru menyayat hati. Sesampainya di sana, ia tidak disambut dengan baik. Keluarga di rumah itu malah menolak kehadirannya dan berkata, “Kamu salah alamat, Nak. Tidak ada orang yang kamu maksud di sini.”
Melihat kondisi anaknya yang terus mempertanyakan keberadaan ayahnya dan merasakan ketidakadilan yang berlarut-larut, N.I. akhirnya mengambil keputusan tegas. Ia menyatakan tidak akan berhenti sebelum kebenaran terungkap.
“Saya sudah tidak tahan melihat kondisi anak saya yang sangat ingin mengetahui siapa ayahnya. Oleh karena itu, saya akan membuktikan secara tegas. Saya siap melakukan tes DNA untuk membuktikan secara ilmiah dan tak terbantahkan siapa sebenarnya ayah kandung Ibra,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan mengapa kasus ini tidak memperoleh titik terang, N.I. menceritakan kepada awak media pada Kamis ,11-Juni-2026 bahwa ia sebenarnya sudah melaporkan persoalan ini ke instansi terkait sejak lama.
“Namun begitulah kenyataannya, seolah-olah tidak ada daya upaya. Keadilan untuk anak saya seakan sulit didapatkan. Mungkin karena sosok lelaki tersebut dianggap orang yang memiliki kemampuan ekonomi dan pengaruh, sehingga laporan yang saya ajukan hingga saat ini tidak ada kejelasan,” ungkapnya dengan nada sedih.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan langsung maupun tanggapan resmi dari F.A. selaku sosok yang diduga sebagai ayah kandung Ibra.
Hingga kini, Ibra tumbuh dan berjuang tanpa pengakuan resmi dari ayahnya. Ia berharap kebenaran dapat terungkap melalui jalur apapun, termasuk tes DNA, agar haknya sebagai anak dapat diakui tanpa memandang status atau kedudukan orang tuanya. Warga pun berharap kasus ini mendapatkan perhatian serius, mengingat ayahnya berprofesi sebagai abdi negara yang seharusnya menjadi teladan dalam bertanggung jawab.
Red.




















