BENAR TIDAK ADA PEMANGKASAN,TAPI PEMECAHAN,SEKJEN:BANTAHAN DAN ANALISIS TERHADAP PERNYATAAN PEMERINTAH KOTA BIMA  

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA-//Tintapos.com//- Pernyataan Pemerintah Kota Bima yang menegaskan tidak terjadi pemangkasan anggaran pada proyek Rehabilitasi Ruang Kantor Manajemen RSUD Kota Bima memang benar secara angka di atas kertas. Namun hal itu sama sekali tidak menutup fakta adanya pelanggaran prosedur yang jauh lebih serius dan terencana.

Hasil analisis mendalam Sekretaris Jenderal DPP BAPEKA-NTB, Adim, justru mengungkap inti persoalan yang disembunyikan: anggaran tidak dikurangi nilainya, melainkan dipecahkan dari satu kesatuan pekerjaan menjadi beberapa bagian seolah-olah berdiri sendiri. Dari yang semula satu paket utuh, tiba-tiba dipisah menjadi anggaran Perencanaan, Konsultansi Pengawasan, Pekerjaan Pagar, dan Pekerjaan Rehabilitasi.

Jika seluruh rincian yang dipecahkan itu digabungkan kembali, nilainya mencapai total delapan ratus tujuh puluh empat juta dua ratus lima puluh ribu rupiah. Angka ini jauh melampaui batas yang mewajibkan pelaksanaan melalui tender terbuka. Justru karena dipecahkan sedemikian rupa, masing-masing bagian terlihat seolah bernilai kecil sehingga lolos dari aturan tersebut.

“Inilah inti rekayasanya. Di permukaan dikatakan tidak ada pemangkasan, itu benar. Tapi kenyataannya kesatuan pekerjaan itu dipecahkan supaya lepas dari kewajiban lelang yang terbuka dan diawasi ketat. Tidak ada alasan teknis yang wajar untuk memisahkan hal-hal yang saling berkaitan erat ini,” tegas Adim.

Bukti semakin menguat dan tak terbantahkan setelah dikonfirmasi langsung kepada Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Dae Pawang. Melalui percakapan tertulisnya ditegaskan terlebih dahulu: “Berarti pihak Pemerintah tidak bersurat ke DPRD?” yang kemudian dikonfirmasi kebenarannya.

Baca Juga:  BAPEKA-NTB LANGKAH GANDA: AJUKAN EKSEKUSI KE KEJAKSAAN TINGGI YOGYAKARTA DAN LAPORKAN KELALAIAN TUGAS KE MAHKAMAH AGUNG TERKAIT ASET NEGARA DI KOTA BIMA

Setelah rapat kerja digelar, Dae Pawang kembali menyampaikan keterangan yang sangat tegas: “Buah simalakama, maju kena mundur kena, dan mereka mengakui kesalahan yang mereka lakukan. Nggolu nggomi ari yang sudah melaporkan di APH. PIDANA SUDAH DEPAN MATA.”

Tindakan memecahkan paket ini tegas melanggar ketentuan yang melarang keras pemecahan atau pengubahan susunan paket pekerjaan semata-mata untuk menghindari aturan pengadaan. Fakta bahwa tidak pernah ada surat usulan, pembahasan, maupun persetujuan dari Dewan, ditambah pengakuan kesalahan secara langsung dari pihak pelaksana, semakin menegaskan bahwa penjelasan Pemerintah belum menjawab inti persoalan.

“Jadi penjelasan bahwa semuanya berjalan sesuai prosedur tidak berdasar. Justru kesengajaan memecahkan paket tanpa dasar, tanpa laporan, dan kini diakui kesalahannya inilah bukti pelanggaran nyata. Diduga kuat seluruh pengaturan ini dilakukan atas perintah Walikota Bima, dengan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa selaku pelaksana utama,” tambah Adim.

Seluruh analisis, perhitungan, bukti rekam jejak, dan keterangan pimpinan DPRD telah disusun lengkap dan diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dikaji dan ditindaklanjuti.

Red.

Berita Terkait

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG
Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik
WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN
BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK
BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT
Polsek Singingi Hilir Tangkap Pengedar Sabu berat kotor 40,92 Gram, 3,5 Butir Ekstasi Turut Disita
Menuju Panggung Nasional! Darlis Lepas Kontingen SMI Sumsel ke Kejurnas dan Jambore 2026
Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:02

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Bidhumas Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:32

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sumsel Gelar Minggu Kasih di Gereja Immanuel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:07

Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:37

GRIB-JAYA KOTA BIMA RESMI LAPORKAN DIREKTUR RSUD KOTA BIMA KE POLRES KOTA BIMA — UNIT TIPIKOR

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:34

Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:39

WARUNG DI LINGKUNGAN RSUD KOTA BIMA DIBOBOL PENCURI, RUGI HINGGA Rp7,75 JUTA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:41

Acara Kenal Pamit Polda Sumsel Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Pengabdian Bersama Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:30

Kapolda Sumsel Instruksikan Pejabat Baru Langsung Bekerja Kawal Agenda Nasional dan Kamtibmas

Berita Terbaru

Berita

RAT KOPSBARA Bersama Dinas Koperasi Muara Enim

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:11