BPBD Jember Petakan Titik Rawan Bencana Saat Lebaran, Gumitir hingga Pantai Disiagakan

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEMBER //TintaPos.com// – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember memetakan sejumlah titik rawan bencana selama arus mudik dan libur Lebaran. Jalur Gumitir hingga kawasan wisata pantai selatan menjadi perhatian utama.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, jalur Gumitir menjadi titik paling krusial karena rawan longsor dan pohon tumbang yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Di Gumitir kami dirikan pos pantauan bencana terpadu di kawasan Watukudang. Di sana disiagakan TRC bersama relawan untuk antisipasi longsor dan pohon tumbang,” ujarnya

Sedikitnya empat kelompok relawan dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di jalur penghubung Jember–Banyuwangi tersebut. Selain Gumitir, BPBD juga mewaspadai sejumlah titik rawan banjir genangan dan luapan, seperti di Bangsalsari dan Rambipuji.

Meski diperkirakan sudah masuk peralihan musim, potensi hujan masih ada. Titik-titik itu rawan menyebabkan genangan yang bisa memicu kemacetan,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, KM Maranatha 04 Terbakar, Ditpolairud Polda Sulut Berhasil Padamkan Kobaran Api

Pengawasan juga diperluas ke kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung, seperti Pantai Papuma dan Watu Ulo. BPBD akan melakukan patroli bersama tim gabungan untuk mengantisipasi kecelakaan laut.

Di lokasi wisata sudah ada penjaga pantai, kami tambah dengan relawan kebencanaan untuk penguatan pengawasan,” ungkapnya.

Selama masa siaga Lebaran, BPBD menyiapkan 30 personel. Sebanyak 15 personel disiagakan setiap hari, sementara sisanya dalam kondisi siaga panggilan untuk memperkuat penanganan jika terjadi bencana.

Edy mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dengan memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian. “Kalau diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi, sebaiknya perjalanan ditunda. Pengendara juga harus hati-hati dan patuh rambu,” katanya. (Nur/Tp)

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan
Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan
SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!
MENUAI PROTES, PENERAPAN PARKIR DIGITAL RSUD KOTA BIMA DIDUGA CACAT PROSEDUR DAN TAK TERENCANA
Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang
Acara Kenal Pamit Polda Sumsel Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Pengabdian Bersama Masyarakat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11

MENUAI PROTES, PENERAPAN PARKIR DIGITAL RSUD KOTA BIMA DIDUGA CACAT PROSEDUR DAN TAK TERENCANA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:49

 BANGUN RUMAH BANGUN HARAPAN — BAZNAS NTB BERSAMA BAZNAS KOTA BIMA BINA CALON PENERIMA RUMAH LAYAK HUNI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:35

SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:37

MEDAN BATU LEBIH BERAT, UPAH CUMA Rp15 RIBU PER METER — SAMA AJA HISAB KERINGAT RAKYAT, BAPEKA-NTB SOROT KETIMPANGAN PROYEK SPAM RITE

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:57

KETUA KOMISI I DPRD KOTA BIMA HADIRI HUT KE-81 TNI: PERKUAT SINERGI, JAGA KEDAULATAN DAN KETENANGAN DAERAH

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:49

Hadiri Parade HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Tekankan Soliditas TNI-Polri

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:23

REAKSI KERAS KORWIL KSBSI NTB / KETUA DPC FSBSI BIMA ATAS PUTUSAN MA LALU: SOMASI PONPES IMAM SAFI’I KOTA BIMA DAN SERET OKNUM PNS PELANGGARAN BERAT KE BKN, KEMENDAGRI, DAN POLDA NTB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:32

Ketua Umum DPP GMR Soroti Gangguan Jaringan Dukcapil Kabupaten Bima, Sudah Tiga Hari Masyarakat Menanti Kepastian Pelayanan

Berita Terbaru