KABUPATEN BIMA —//Tintapos.com//-20 Oktober 2026
Dua orang terduga pelaku penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Woha akhirnya resmi berada di tangan kepolisian. Melalui pendekatan persuasif yang dilakukan Tim URC Sat Reskrim Polres Bima, kedua terduga diserahkan secara sukarela oleh keluarganya untuk menjalani proses hukum.
Peristiwa kelam ini terjadi pada dini hari Jumat, 16 Oktober 2026, tepatnya sekitar pukul 02.30 WITA di kawasan Pasar Desa Tente. Korban, Ardian (25 tahun), warga Desa Renda, Kecamatan Belo, diduga ditanya keberadaan seorang perempuan oleh salah satu pelaku. Saat korban menjawab tidak mengetahui keberadaan perempuan tersebut, pelaku merasa tersinggung dan tiba-tiba melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Serangan tajam itu mengenai bagian tangan kiri korban hingga menyebabkan patah tulang. Warga yang berada di lokasi segera melerai dan memberikan pertolongan pertama, lalu membawa korban ke Puskesmas Woha. Karena kondisi luka cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Bima untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/165/X/2026/SPKT/Polres Bima/Polda NTB, Tim URC Sat Reskrim segera bergerak melakukan penyelidikan. Dua terduga berhasil diidentifikasi, yakni Mahrul (25 tahun) dan Iskandar alias One (21 tahun), keduanya warga Desa Renda, Kecamatan Belo.
Alih-alih menindak tegas dengan penangkapan mendadak, pihak kepolisian memilih jalur pendekatan humanis. Bersama Bhabinkamtibmas setempat, tim melakukan pendekatan kepada keluarga kedua terduga, memberikan pemahaman hukum, dan meminta agar anak-anak mereka diserahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Minggu, 18 Oktober 2026 sekitar pukul 20.30 WITA, kedua terduga diserahkan secara sukarela oleh pihak keluarganya kepada Tim URC di lokasi yang telah disepakati. Selanjutnya mereka dibawa ke Markas Polres Bima untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Kepolisian menyampaikan apresiasi atas kesadaran keluarga yang telah bersikap kooperatif. Situasi di Desa Tente dan sekitarnya terpantau aman dan terkendali, namun pemantauan tetap diperketat untuk mencegah potensi konflik antarwarga. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada pihak berwenang.
Red.



















