RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

BPBD Petakan 20 Dusun Rawan Kekeringan, Antisipasi Krisis Air di Bondowoso Mulai Disiapkan

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 10:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, //TintaPos.Com// – Ancaman kekeringan mulai diantisipasi sejak dini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso kini tengah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih pada musim kemarau 2026.

Pemetaan awal ini menjadi pijakan penting sebelum pemerintah daerah menetapkan status darurat melalui Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penanggulangan bencana kekeringan.

Hasil sementara menunjukkan, sedikitnya 20 dusun di 13 desa yang tersebar di sembilan kecamatan masuk kategori rawan. Beberapa wilayah yang teridentifikasi antara lain Kecamatan Botolinggo, Cermee, Klabang, dan Prajekan, serta sejumlah kecamatan lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyebut jumlah wilayah terdampak tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini tidak lepas dari upaya intervensi pemerintah melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik rawan.

Sudah ada intervensi program berupa sumur bor di beberapa wilayah,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Meski demikian, dinamika cuaca masih cukup fluktuatif. Secara kalender, musim kemarau telah dimulai, namun hujan masih kerap turun di beberapa wilayah.

Hal ini dipengaruhi suhu permukaan yang masih hangat serta kelembapan udara yang relatif normal, sehingga memicu pembentukan awan hujan. “Makanya, pagi terasa sangat panas, tapi sore bisa turun hujan,” jelasnya.

Baca Juga:  BGN: Anggaran Bahan Makanan MBG Rp 8.000-Rp 10.000, Bukan Rp 15.000.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang. Sementara itu, pengaruh fenomena El Nino masih berada pada kategori lemah hingga moderat dan terus dipantau perkembangannya secara berkala.

BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, salah satunya distribusi air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah terdampak.

Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, dana yang tersedia diperkirakan hanya mampu mendukung distribusi air selama sekitar satu bulan.

Karena itu, BPBD mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swasta dan yayasan, guna memperkuat dukungan logistik saat kondisi darurat terjadi.

Sebelum distribusi massal dilakukan, kami harus menetapkan SK Darurat Bencana Kekeringan terlebih dahulu,” tegas Kristianto.

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi dampak di sektor pertanian. Petani diimbau menyesuaikan pola tanam, termasuk memilih varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Langkah ini penting untuk menekan risiko gagal panen di tengah potensi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya,” pungkasnya.

(Eko,Tp)

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tertibkan Lima Rakit PETI Jenis Dompeng di Sungai Kuantan Desa Pulau Jambu
Dugaan Penipuan Berkedok Pinjaman: Oknum Guru SMPN 3 Woha Menjadi Sorotan, Sudah Berkali-kali Terjadi
Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:39

Polsek Cerenti Tertibkan Lima Rakit PETI Jenis Dompeng di Sungai Kuantan Desa Pulau Jambu

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:35

Dugaan Penipuan Berkedok Pinjaman: Oknum Guru SMPN 3 Woha Menjadi Sorotan, Sudah Berkali-kali Terjadi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:22

PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Berita Terbaru