KOTA BIMA, //TintaPos.Com// – 31 MARET 2026 – Ia telah menghabiskan tahun-tahun hidupnya untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Tapi pada hari ini, tangan yang selalu dipercaya untuk menjadi ujung tombak perawatan di ruang gawat darurat, harus menghadapi kenyataan paling pahit yang bisa dialami seorang ibu sekaligus seorang profesional medis.
Naning (42 tahun), perawat berpengalaman di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bima, tidak menyangka bahwa ketika bel RS IGD berbunyi pada siang hari Selasa (31/3), pasien yang akan ditangani adalah buah hatinya sendiri – Muhammad Aqil Natsir (15 tahun), siswa kelas III MTsN 2 Kota Bima yang baru saja menyelesaikan sesi ujian.
“Saya hanya berpikir untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Tak pernah terpikir itu adalah Aqil…”
Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut Naning ketika sadar bahwa pasien dengan kondisi kritis yang telah ia berikan semua upaya penyelamatan, adalah putranya yang selalu disebut-sebut sebagai “anak baik dan rajin” oleh seluruh keluarga.
Aqil mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Kelurahan Rabadompu Barat saat dalam perjalanan pulang sekolah. Ditemukan dalam kondisi luka parah dan tanpa dapat diidentifikasi segera, ia dibawa ke RSUD Bima dengan harapan bisa diselamatkan.
Tanpa mengenali siapa pasiennya, Naning bersama tim medis bekerja dengan cepat dan profesional – membersihkan luka, menekan perdarahan, dan melakukan semua prosedur yang diperlukan. Tapi takdir berkata lain. Saat kondisi pasien tak kunjung membaik dan tim mulai melakukan identifikasi, foto keluarga di dompet Aqil membuat semua orang terhenyak.
Masker medis yang biasanya menjadi pelindung, kini hanya bisa menyembunyikan setengah wajah Naning yang basah karena air mata yang tak bisa ditahan. Ia pingsan sejenak sebelum akhirnya menangis teresak-esak, menyebut nama anaknya yang sudah tiada.
Red.
(Adim Kaperwil NTB)






















