RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Harga Beras Turun, Serapan Minim, Petani Tolitoli Hadapi Tekanan Saat Panen

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 05:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tolitoli, //Tintapos.com// – Petani di Kabupaten Tolitoli menghadapi tekanan pada musim panen akibat penurunan harga beras dan belum optimalnya penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog. Kondisi ini menyebabkan sebagian petani menahan stok beras karena belum terserap pasar.

Situasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya produksi hasil panen. Namun, kondisi harga yang rendah membuat petani tidak memperoleh hasil yang sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, Taufik, menyampaikan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam peran Bulog sebagai penyangga harga. Ia menilai, pada saat panen raya, keberadaan Bulog menjadi penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Menurutnya, selain persoalan harga, petani juga menghadapi kendala dalam proses penyerapan beras ke gudang Bulog. Sejumlah persyaratan yang berlaku dinilai menjadi hambatan bagi petani untuk dapat menyalurkan hasil panennya.

Akibatnya, beras lokal yang tersedia dalam jumlah cukup belum terserap secara optimal. Kondisi ini berdampak pada menumpuknya stok di tingkat petani, sementara harga jual terus mengalami penurunan.

Baca Juga:  HUT ke-24 Kota Bima: Owner Nadiela Glow Susi Idris: "Wujudkan Bima yang Cantik, Sejahtera, dan Berkelas"

Di sisi lain, petani juga menyoroti adanya pasokan beras dari luar daerah yang masuk untuk memenuhi kebutuhan gudang. Hal tersebut dinilai belum sejalan dengan kondisi produksi lokal yang sedang melimpah.

KTNA Tolitoli menilai perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada petani, terutama dalam memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Selain itu, penyerapan beras diharapkan tetap memperhatikan standar kualitas, baik dari segi fisik maupun mutu.

Petani berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret melalui optimalisasi peran Bulog dalam menyerap hasil panen. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan harga serta memberikan kepastian pasar bagi petani.

Keluhan yang disampaikan oleh petani tersebut direncanakan akan diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga oleh kestabilan harga dan kepastian penyerapan hasil panen.

Berita Terkait

Ketua Umum DPP Yayasan GANISA Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H / 16 Juni 2026 M
KASUS VIRAL BRI BIMA: TIDAK ADA KEPUTUSAN JELAS, DISEBUT RAHASIA BANK — SAMA SAJA MENYEMBUNYIKAN PERSOALAN, APAKAH CUKUP UNTUK MEMPERBAIKI RUMAH TANGGA YANG SUDAH RUSAK?
Transformasi Nyata Di Secata Rindam XIII/Merdeka: Letkol Infanteri Ade Rohmat Humanis Wujudkan Lingkungan Layak Prajurit
Kepala Dinas Pakai Mobil Pribadi Ngantor,Karena Semua Mobil Dinas OPD Ditarik
Juprizal Ketua DPRD Kabupaten Kuansing Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Bersatu Menyukseskan Pelaksanaan MTQ XLIV
Tragedi Malam Minggu: Kios Terbakar, Seorang Wanita Paruh Baya Tewas Terjebak di Dalam
Menyambut Usia ke-68, Kodam XIII/Merdeka Perkuat Semangat Prajurit Melalui Bantuan dan Perhatian
58 Pengurus PBVSI Tolitoli Resmi Dilantik, Bidik Prestasi hingga PON 2028
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 04:13

BAZNAS KOTA BIMA SALURKAN BANTUAN: HADIRKAN KEBAHAGIAAN DAN HARAPAN BAGI MASYARAKAT

Senin, 15 Juni 2026 - 03:19

KETUA RW DAN RT LAYANGKAN SURAT, DESAK KELURAHAN KIRIM KLARIFIKASI KE BPBD DAN PERKIM TERKAIT NASIB IBU JUNARI

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:24

DLH KOTA BIMA TERIMA BANTUAN TEMPAT SAMPAH DARI IPEMI KOTA BIMA Wujud Sinergi dan Kepedulian Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Sesuai Jargon “Kota Bima BISA”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:03

NASIB IBU JUNARI, WARGA KOTA BIMA: LAHAN DIAMBIL UNTUK RELOKASI BANTARAN SUNGAI PADOLO, GANTI RUGI TAK JELAS HINGGA KINI

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:06

KISAH PILU DAN LANGKAH HUKUM: Ibu Siap Tes DNA Bukti Hak Anak; FAN Bantah Tuduhan, DP3A & Kesbangpol Ambil Alih Penanganan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16

KISAH PILU DI KOTA BIMA: ANAK DITOLAK AYAHNYA YANG BERSTATUS PNS, SOSOK IBU AKAN MENANTANG TES DNA

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:23

KASUS VIRAL: ISTRI SAH (RP) MENDATANGI KANTOR BRI, DESAK PEMBERHENTIAN SECARA TIDAK TERHORMAT KEPADA SAUDARI SENIA (SW) TETAP DAN PENGEMBALIAN SEMUA PEMBERIAN; TERUNGKAP BABAK BARU DAN BUKTI BARU.

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:06

ISTRI OKNUM POLISI DOMPU DITANGKAP MILIKI SABU, PERLAKUAN KHUSUS DAN TRANSPARANSI DIpertanyakan

Berita Terbaru