Bondowoso, //Tintapos.com// – Seorang mahasiswa asal Kabupaten Bondowoso, Abdullah, dipulangkan dari Iran dan tiba di Jawa Timur pada Kamis malam (16/4/2026) setelah sebelumnya berada di wilayah konflik. Pemulangan dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur melalui koordinasi lintas instansi, menyusul situasi yang dinilai tidak kondusif di negara tersebut.
Abdullah merupakan mahasiswa asal Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Ia dipulangkan bersama empat warga Jawa Timur lainnya yang berasal dari Situbondo dan Malang, dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, mengatakan proses pemulangan melibatkan berbagai pihak agar berjalan tertib.
Mulai dari KBRI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar berjalan tertib,” ujar Arif, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya para WNI tersebut difasilitasi kepulangannya dari Iran ke Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Setelah tiba di Jakarta, mereka melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan fasilitasi Badan Penghubung (Banhub) Jatim.
Setibanya di Surabaya, para warga tersebut kemudian diserahkan kepada Dinsos Jatim untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing dengan menggandeng Dinsos kabupaten/kota.
Jika nantinya ada tambahan pemulangan warga asal Jawa Timur, kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Bondowoso dr. Moh Imron membenarkan bahwa Abdullah adalah warganya yang sedang menempuh pendidikan di Iran sejak sekitar empat tahun lalu.
Dari hasil asesmen, pihak keluarga membenarkan yang bersangkutan adalah putranya yang sedang kuliah di Iran,” katanya.
Imron menambahkan, kepulangan Abdullah dilakukan karena kondisi di Iran dinilai tidak aman pascakonflik yang terjadi beberapa waktu lalu. Proses penjemputan dilakukan oleh pihak keluarga di kantor Dinsos Bondowoso.
“Dilakukan prosedur serah terima WNI kepada kepala keluarganya yang diwakili ayahanda,” pungkasnya.
(Eko,Tp)





















