PAN Jember Bela Program Bunga Desaku, Sebut Usulan Peniadaan Tak Pro Wong

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Polemik usulan peniadaan program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan memicu reaksi dari partai politik di Kabupaten Jember. Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jember, Abdussalam Alamsyah, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap program yang digagas Bupati Muhammad Fawait tersebut.

Menurut Abdussalam yang akrab disapa Cak Salam, program Bunga Desaku justru menjadi terobosan penting dalam mendekatkan pemerintah dengan masyarakat hingga ke pelosok desa. Ia menilai program tersebut efektif karena memungkinkan warga menyampaikan langsung berbagai persoalan tanpa harus datang ke pusat pemerintahan.

“Program Bunga Desaku ini sangat efektif, efisien, dan sangat mengena kepada masyarakat. Bupati hadir langsung, menginap, dan bekerja di desa bersama seluruh OPD. Ini baru pertama kali dilakukan di Jember,” ujarnya, Selasa (24/3/2026) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas usulan Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto yang sebelumnya menyarankan agar kegiatan Bunga Desaku ditiadakan dengan alasan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Widarto menilai penyerapan aspirasi masyarakat dapat dilakukan melalui kanal digital seperti siaran langsung di media sosial atau melalui layanan pengaduan Wadul Guse, yang menurutnya lebih hemat biaya dan membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan keluhan.

Namun, Cak Salam berpandangan berbeda. Ia menilai tidak semua masyarakat memiliki akses atau kemampuan menggunakan media sosial, sehingga pertemuan langsung tetap dibutuhkan, terutama bagi warga di desa dan wilayah terpencil.

“Tidak semua masyarakat punya handphone atau terbiasa menggunakan media sosial. Dengan Bunga Desaku, pemerintah justru yang mendatangi masyarakat, bukan sebaliknya,” katanya.

Ia menambahkan, melalui program tersebut masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan bupati dan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah. Hal ini dinilai mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan karena keluhan dapat langsung ditindaklanjuti tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.

Baca Juga:  Polda Sumsel Gelar Apel Hari Pertama Operasi Sikat 1 Musi 2026

Selain itu, kegiatan Bunga Desaku juga disebut memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi tanpa sekat. Warga, menurutnya, bisa menyampaikan kebutuhan pembangunan, keluhan pelayanan, hingga usulan program secara terbuka di hadapan pemerintah daerah.

“Kesempatan rakyat bertemu pemimpinnya tanpa jarak itu sangat penting. Mereka bisa langsung menyuarakan unek-unek dan usulan program. Ini yang membuat Bunga Desaku benar-benar dirasakan manfaatnya oleh wong cilik,” ujarnya.

Cak Salam bahkan menyebut program tersebut layak menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu memperluas pemerataan pelayanan hingga ke wilayah desa dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau.

Ia juga menilai kegiatan Bunga Desaku tidak hanya soal dialog, tetapi juga diikuti implementasi langsung berbagai program pemerintah, mulai dari layanan administrasi, sosialisasi kebijakan, hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini bukan sekadar seremonial. Banyak layanan langsung yang dibawa ke desa, termasuk penyaluran bantuan dan penyelesaian masalah masyarakat di tempat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Cak Salam menegaskan bahwa PAN sebagai partai pengusung akan terus mengawal dan mendukung program-program prioritas Bupati Fawait, termasuk Bunga Desaku, karena dinilai sejalan dengan visi mendekatkan pemerintah kepada rakyat.

Di sisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, sebelumnya menyampaikan bahwa usulan peniadaan Bunga Desaku bukan berarti menolak tujuan program, melainkan lebih pada pertimbangan efisiensi anggaran. Ia menilai kegiatan serupa dapat digantikan dengan komunikasi digital yang lebih murah dan dinilai efektif.

Meski demikian, perbedaan pandangan antar partai tersebut menunjukkan adanya dinamika politik lokal dalam menilai efektivitas pendekatan langsung pemerintah kepada masyarakat. Sementara PAN menilai program ini sebagai wujud keberpihakan kepada rakyat kecil, PDIP menekankan pentingnya efisiensi dan pemanfaatan teknologi dalam menyerap aspirasi publik..(Nur/Tp)

Berita Terkait

Polsek Kuantan Tengah Dukung Ketahanan Pangan melalui Penanaman Jagung di Muaro Sentajo
Cegah Karhutla, Tim Gabungan Polres Banyuasin Gelar Patroli dan Edukasi Masyarakat di Banyuasin I
Polsek Kuantan Tengah Tindak Lanjuti Informasi PETI, Tiga Rakit Ditemukan Tak Beroperasi
Tim Raga Polres Kuansing Intensifkan Patroli Malam Jaga Kamtibmas
MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING
Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan
Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing
Panglima Besar Hulubalang LAMR Hadiri Pelepasan Komjen Herry Heryawan, Apresiasi Pelestarian Budaya Melayu dan Green Policing
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:30

BAPEKA-NTB LANGKAH GANDA: AJUKAN EKSEKUSI KE KEJAKSAAN TINGGI YOGYAKARTA DAN LAPORKAN KELALAIAN TUGAS KE MAHKAMAH AGUNG TERKAIT ASET NEGARA DI KOTA BIMA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:34

SDN 2 TOLOWATA KABUPATEN BIMA — BAPEKA NTB SERAHKAN PERNYATAAN TERTULIS KE KEJAKSAAN NEGERI BIMA LANDASAN ATURAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN UNDANG-UNDANG  

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:42

UCAPAN HARI KESAKTIAN PANCASILA DARI KETUA DIVISI 3 GNP TIPIKOR NTB: TEGUH BERPEGGANG BERSATU BERJUANG

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:26

BPJS Keluarkan Rp100 Triliun Lebih untuk Penanganan Penyakit Jantung Sepanjang 2015–2025

Selasa, 29 September 2026 - 03:03

PELANGGARAN DI TK NEGERI SIMPASAI LAMBU: KEPALA SEKOLAH TIDAK MEMENUHI SYARAT, ASET DIALIHKAN TANPA PROSEDUR SAH DAN PROYEK RP 1,3 MILIAR TIDAK SESUAI SPESIFIKASI

Kamis, 10 September 2026 - 05:00

 DI TENGAH SOROTAN KASUS JENK FITRI DAN WALDAN: SIAPA SEBENARNYA HJ. MAHDALENA? SOSOK TELADAN PEREMPUAN DAERAH YANG BERHASIL TEMBUS KE SENAYAN

Rabu, 9 September 2026 - 13:42

PEREDARAN NARKOBA SEMAKIN MARAK DI NTB: PUKAD NTB MINTA KAPOLRI PAGIL DAN PERIKSA POLDA NTB.

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Berita Terbaru