KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

PemDes Lojejer,Ajukan Surat Normalisasi Sungai Ke BMSDA Provinsi Jawa Timur

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Lokasi yang terdampak paling parah luapan sungai yakni di RT 005 RW 008, Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Seperti rumah warga yang paling dekat dengan sungai Celutak itu yang terdampak paling utama.

Warga yang tinggal di Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan sering menjadi korban bencana banjir tahunan. Akibat curah hujan tinggi hingga menyebabkan banjir susulan dan ratusan rumah warga terdampak.

Ada sekitar 200 KK hingga 300 KK jumlah rumah di Dusun Kepel yang terdampak. Banjir ini terjadi akibat luapan dari sungai Godek dan sungai Celutak yang tidak jauh dari pemukiman rumah warga.

Apalagi lokasi lebih rendah dari ratusan rumah lainnya. Jika air sungai meluap, warga yang dekat dengan sungai itu yang terdampak paling utama. Warga sudah mengantisipasi, jika sudah hujan deras dan lama, maka mulai siap-siap menyelamatkan diri.

Kepala Desa Lojejer Mohammad Sholeh menyebut, Pemerintahan Desa (Pemdes) Lojejer, Kecamatan Wuluhan mengajukan kepada BMSDA Provinsi Jatim agar sungai yang menjadi penyebab banjir itu dilakukan normalisasi.Pengajuan itu sudah dilakukan beberapa tahun lalu dan di normalisasi.

“Alhamdulillah pengajuan untuk normalisasi sungai godek dan sungai celutak, yang masuk wilayah Desa Lojejer akhirnya dilakukan,” katanya.

Meskipun tidak sampai ada korban jiwa, tetapi yang menjadi korban banjir genangan itu jumlahnya cukup banyak. “Bukan hanya menggenangi ratusan rumah warga, tetapi lahan pertanian juga ikut terendam,” kata Sholeh. Ini akibat sungai godek dan sungai celutak meluap, katanya.

Baca Juga:  Solusi Alternatif Atasi Ketergantungan LPG,Pemkab Situbondo Memperkenalkan Kompor OBB

Normalisasi sungai itu dilakukan dengan target panjang 2,5 kilometer dengan lebar sungai 10 meter. Seperti diketahui, terjadinya luapan air sungai ke pemukiman rumah warga akibat pendangkalan dan penyempitan sungai.Menurutnya, hampir setiap hujan deras dan lama di wilayah hulu, yang menjadi korban banjir sering dialami warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

“Waled (lumpur/sedimen) yang ada di sungai Celutak dan sungai Godek ini sudah cukup tebal. Semoga saja dengan dilakukan normalisasi ini tidak ada banjir musiman lagi,” kata Kades Sholeh.

“Akibat banjir juga yang berdampak yakni lahan pertanian,” katanya.Dikatakan, saat dilakukan normalisasi sungai banyak sampah plastik yang dibuang ke sungai.
Sholeh mengimbau kepada warga untuk tidak lagi membuang sampah rumah tangga ke sungai.

“Kalau sudah ada pengerukan, kami imbau agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. Akibat membuang sampah di sungai itu dampaknya sangat besar, yakni bisa menyebabkan banjir,” kata Sholeh.

“Ayo kita jaga lingkungan agar tidak banjir, salah satunya tidak membuang sampah sembarangan yaitu ke sungai,” pungkasnya.
Setelah selesai normalisasi,di sekitar sungai itu nantinya akan dilakukan penghijauan. Seperti penanaman pohon buah dan sungai itu nanti bisa dijadikan tempat mancing.(pal)

Berita Terkait

Bupati Banyuwangi ajak umat Tri Dharma jaga harmoni dalam keberagaman
Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Kelurahan Nalu, 900 Warga Terima Beras dan Minyak
WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi
Pemkab Bogor Segel Lokasi Pembuangan Sampah Liar di Klapanunggal
Kanwil BPN Jatim-Pemkab Jember perkuat koordinasi lahan baku sawah
Pemkab Tolitoli Bahas Perubahan Status PDAM Ogo Malane Menjadi Perumda
Peletakan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda Dimulai
Sholat Dhuha Rutin Kembali Digelar di Kemenag Banyuwangi, Perkuat Iman dan Integritas ASN
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:04

Sungai Ciliwung Kembali Telan Korban, Bocah 6 Tahun Dilaporkan Hanyut

Selasa, 21 April 2026 - 14:46

Jemaah Haji di Bondowoso Sudah Terima Koper

Selasa, 21 April 2026 - 12:57

Joni putra : dorong kegiatan kegiatan keagamaan di sariak Laweh

Selasa, 21 April 2026 - 12:48

Perempuan Berani Bermimpi dan Harus Bergerak Nyata

Selasa, 21 April 2026 - 12:47

“Desa Cantik” Untuk Sumenep

Selasa, 21 April 2026 - 11:37

Pro-Kontra Kebijakan Verval Data Kemiskinan, Sejumlah Anggota DPRD Jember Tetap Dukung

Selasa, 21 April 2026 - 11:36

Gerakan ASRI Pemerintah Banyuasin Bersama TNI–Polri dan Masyarakat Bersihkan Sungai Anak Gasing di Sukajadi Timur

Selasa, 21 April 2026 - 11:33

Bupati Murung Raya Tekankan Pelayanan Dukcapil

Berita Terbaru

Berita

Jemaah Haji di Bondowoso Sudah Terima Koper

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:46

Berita

Perempuan Berani Bermimpi dan Harus Bergerak Nyata

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:48

Berita

“Desa Cantik” Untuk Sumenep

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:47