Sumbar //TintaPos.Com// – Yayasan Wawasan Islam Indonesia, Pondok Pesantren Prof. Buya Hamka Padang terus mendorong peningkatan kegiatan tahfidz Al-Qur’an bagi para santri dan santriwati. Salah satu program yang digiatkan adalah kegiatan setoran hafalan Al-Qur’an setelah pelaksanaan sholat Subuh berjamaah, yang dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pondok pesantren dalam membangun karakter santri yang dekat dengan Al-Qur’an serta memiliki kedisiplinan dalam menjaga hafalan. Suasana pagi setelah sholat Subuh dimanfaatkan sebagai waktu yang penuh keberkahan untuk mengulang hafalan, memperbaiki bacaan, dan menyetorkan ayat-ayat Al-Qur’an kepada pembimbing tahfidz.
Erismon selaku Pimpinan Asrama Pondok Pesantren Prof. Buya Hamka Padang menyampaikan bahwa selain membiasakan santri melaksanakan sholat tahajud dan sholat Subuh berjamaah, kegiatan tahfidz juga menjadi perhatian utama dalam membentuk pribadi santri yang berakhlak dan berprestasi.
“Selain sholat tahajud dan Subuh berjamaah, tahfidz santri dan santriwati sangat didorong untuk mewujudkan mimpi mereka. Hafalan Al-Qur’an bukan hanya menjadi target akademik, tetapi juga menjadi bekal kehidupan yang akan membimbing santri dalam menghadapi masa depan,” ujar Erismon.
Ia menambahkan bahwa sebagai seorang santri, Al-Qur’an harus menjadi sahabat utama dalam kehidupan sehari-hari. Hari-hari seorang santri hendaknya selalu dihiasi dengan membaca Al-Qur’an, menghafal ayat-ayatnya, mempelajari maknanya, serta berusaha menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan. Harapannya, kebiasaan yang dibangun selama berada di pondok dapat menjadi karakter yang melekat pada diri santri hingga mereka kembali ke tengah masyarakat,” tutur Erismon.
Di akhir pembicaraannya, Erismon berharap program tahfidz dan pembiasaan ibadah yang telah diterapkan di pondok pesantren dapat terus berkembang serta mampu diimplementasikan dalam kehidupan santri ke depannya. Ia juga berharap para santri tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi mampu menjadi generasi yang membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.



















