Jember //TintaPos.Com// – Masyarakat mulai terpancing melakukan aksi borong menyusul kabar gangguan jalur perdagangan minyak dunia imbas konflik perang di Timur Tengah.
Fenomena antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU di Kabupaten Jember menjadi pemandangan mencolok dalam beberapa hari terakhir akibat isu menipisnya ketahanan energi nasional.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh guna meredam gejolak di tengah masyarakat.
Gus Fawait meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam perilaku pembelian berlebih yang justru merugikan kepentingan umum.
Ia memastikan bahwa kondisi di lapangan tidak seburuk spekulasi yang beredar luas di media sosial terkait cadangan bahan bakar.
“Kita tegaskan sekali lagi bahwa stok BBM di Kabupaten Jember masih sangat aman, bahkan menurut laporan Pertamina stoknya melimpah,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait, saat ditemui seusai rapat koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, kepolisian, dan OPD terkait, di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Sabtu (07/03) pukul 00.15 waktu setempat.
Pemerintah Kabupaten Jember mencatat adanya penambahan pasokan secara masif untuk menormalkan keadaan.
Pada hari Jumat saja, terdapat tambahan 100.000 liter, yang disusul dengan tambahan 300.000 liter lagi pada hari Sabtu guna memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi hingga melampaui masa Lebaran.
Meskipun antrean di wilayah perkotaan masih relatif panjang, kondisi di pinggiran Jember dilaporkan mulai melandai.
“Harga BBM tidak akan mengalami kenaikan dan stoknya dipastikan cukup sampai hari raya, bahkan lebih, jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau terpancing melakukan panic buying,” lanjut dia.
Langkah preventif juga disiapkan Pemkab Jember jika situasi tidak segera kondusif hingga awal pekan depan.Sanksi tegas menanti bagi oknum yang kedapatan memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan atau memainkan harga di tingkat eceran.
Opsi untuk memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home) bagi ASN serta pembelajaran daring bagi siswa sekolah kini tengah dipertimbangkan sebagai strategi mengurangi beban konsumsi BBM di jalanan.
“Kami akan menindak tegas siapapun yang menimbun, tim gabungan sudah dikerahkan ke SPBU untuk mengawasi. Jika tetap memaksa, pihak Kepolisian akan mengambil langkah hukum sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Gus Fawait.Pengawasan ketat kini diberlakukan secara kolaboratif antara Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian Resor Jember.
(pal)






















