PADANG //TintaPos.Com// – Jumat, 9 Oktober 2026 Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka Padang terus mendorong semangat santri dan santriwati dalam menghafal Al-Qur’an melalui kegiatan tahfidz bersama wali kamar setelah pelaksanaan salat Subuh. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pesantren dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter generasi muda yang religius, disiplin, dan berakhlak mulia.
Suasana pagi yang penuh keberkahan terasa di lingkungan PMT Prof. Dr. Hamka Padang. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, para santri dan santriwati mengikuti kegiatan tahfidz dengan bimbingan wali kamar masing-masing. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menambah dan memperkuat hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan spiritual yang dilakukan secara rutin di lingkungan pesantren.
Kegiatan Subuh berkah kali ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran langsung Wakil Ketua Yayasan, Bapak Zulkifli Aziz, bersama Wakil Ketua Asrama Putra, Ustaz Amin, serta sejumlah wali kamar lainnya. Kehadiran jajaran yayasan dan pengasuhan asrama tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap proses pembinaan santri, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Aziz menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat para santri dan santriwati yang terus berusaha mengikuti kegiatan tahfidz setelah salat Subuh. Menurutnya, kebiasaan menghafal Al-Qur’an pada waktu pagi merupakan kegiatan positif yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Ia menilai bahwa semangat para santri dalam menjalankan kegiatan tahfidz merupakan hal yang patut disyukuri. Melalui pembiasaan ibadah sejak dini, para santri diharapkan tidak hanya mampu menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga memahami pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam obrolan singkat bersama para santri dan pengurus asrama, Zulkifli Aziz juga menyampaikan bahwa keberadaan anak-anak di pondok pesantren memberikan banyak manfaat bagi orang tua. Salah satunya adalah pembinaan ibadah yang terarah, terjadwal, dan berada dalam pengawasan para pembina.
Menurutnya, kehidupan di pesantren memberikan kesempatan kepada santri untuk menjalani proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Ketika anak-anak berada di pondok, orang tua mendapatkan dukungan dalam pembinaan ibadah mereka karena kegiatan keagamaan telah terkoordinasi dengan baik. Begitu juga dari segi akademik, pendidikan santri diharapkan berjalan seimbang antara pencapaian ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak,” demikian pesan yang disampaikan Zulkifli Aziz dalam kesempatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Asrama Putra, Ustaz Amin, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Subuh yang dilakukan oleh Wakil Ketua Yayasan, Zulkifli Aziz. Menurutnya, kehadiran pimpinan yayasan secara langsung di tengah-tengah kegiatan santri menjadi bentuk perhatian, dukungan, dan motivasi bagi seluruh jajaran pengasuhan asrama.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat semangat para pembina dan wali kamar dalam mendampingi santri, khususnya dalam membiasakan kegiatan tahfidz setelah salat Subuh. Dukungan dari pihak yayasan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program pembinaan serta menciptakan suasana pesantren yang semakin kondusif bagi tumbuhnya generasi Qur’ani.
Ustaz Amin juga berharap para santri dan santriwati dapat terus menjaga semangat dalam menghafal Al-Qur’an, meningkatkan kedisiplinan beribadah, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pesantren dengan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan tahfidz setelah salat Subuh ini, PMT Prof. Dr. Hamka Padang berkomitmen untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang memadukan kekuatan spiritual, pembentukan akhlak, dan prestasi akademik. Pembiasaan membaca serta menghafal Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menapaki masa depan.
Kegiatan Subuh berkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan di pesantren bukan sekadar proses menimba ilmu, melainkan juga perjalanan membentuk kepribadian, menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an, dan mempersiapkan generasi yang beriman, berilmu, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.



















