283 Pengajar Nonmuslim Terdata,Insentif Guru Kitab Suci Jember Naik 40 Persen

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Tahun ini, jumlah penerimanya meningkat signifikan. Kenaikannya bahkan mencapai sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 283 penerima nonmuslim yang masuk dalam data. Angka tersebut masih berpotensi bertambah.

“Jumlahnya sudah naik, kurang lebih 40 persen dari tahun kemarin. Ini baru yang masuk, masih ada desa yang belum kirim. Mayoritas berasal dari Kristen Protestan dan Katolik, meski agama lain juga ada,” jelasnya

Program insentif guru ngaji di Jember tak hanya menyasar kaum muslimin saja. Tetapi juga menyasar pengajar pendidikan keagamaan nonmuslim.

Ia menambahkan, peningkatan ini tidak lepas dari koordinasi aktif dengan Kementerian Agama (Kemenag) Jember.Sebab ada 20 desa yang masih belum menyerahkan laporan.Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi penerima yang terlewat.

Baca Juga:  Produksi Telur Di Kabupaten Situbondo, Hanya Mampu 3,5 Ton Perhari.

Data pembina agama dihimpun dan dititipkan kepada pemerintah desa untuk diusulkan dalam Musyawarah Desa (Musdes).Mereka wajib memiliki minimal 10 peserta didik dan melengkapi administrasi sesuai petunjuk teknis.

“Kami koordinasi dengan Kemenag. Data itu kami sampaikan ke desa supaya bisa diakomodir dalam Musdes,” terang Hafid.

Semua data akan diverifikasi ulang oleh pendamping desa sebelum ditetapkan.
“Syaratnya sama, tidak ada perbedaan. Yang penting memenuhi juknis dan mau melengkapi administrasi,” tegasnya.

Kebijakan ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerataan. Pemerintah ingin memastikan penghargaan diberikan kepada seluruh pengajar pendidikan keagamaan tanpa diskriminasi.

“Kami ingin yang benar-benar mengajar dan belum pernah mendapat insentif lain bisa terakomodasi,” pungkasnya. Persyaratan bagi penerima non-muslim pun tetap sama seperti guru ngaji lainnya.(redjatim)

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan
Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan
Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang
Acara Kenal Pamit Polda Sumsel Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Pengabdian Bersama Masyarakat
Kapolda Sumsel Instruksikan Pejabat Baru Langsung Bekerja Kawal Agenda Nasional dan Kamtibmas
PMT Prof. Dr. Hamka Padang Perkuat Nilai Kepedulian, Zulkifli Aziz Jenguk Wakil Asrama Putri yang Sakit
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11

MENUAI PROTES, PENERAPAN PARKIR DIGITAL RSUD KOTA BIMA DIDUGA CACAT PROSEDUR DAN TAK TERENCANA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:49

 BANGUN RUMAH BANGUN HARAPAN — BAZNAS NTB BERSAMA BAZNAS KOTA BIMA BINA CALON PENERIMA RUMAH LAYAK HUNI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:35

SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:37

MEDAN BATU LEBIH BERAT, UPAH CUMA Rp15 RIBU PER METER — SAMA AJA HISAB KERINGAT RAKYAT, BAPEKA-NTB SOROT KETIMPANGAN PROYEK SPAM RITE

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:57

KETUA KOMISI I DPRD KOTA BIMA HADIRI HUT KE-81 TNI: PERKUAT SINERGI, JAGA KEDAULATAN DAN KETENANGAN DAERAH

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:49

Hadiri Parade HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Tekankan Soliditas TNI-Polri

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:23

REAKSI KERAS KORWIL KSBSI NTB / KETUA DPC FSBSI BIMA ATAS PUTUSAN MA LALU: SOMASI PONPES IMAM SAFI’I KOTA BIMA DAN SERET OKNUM PNS PELANGGARAN BERAT KE BKN, KEMENDAGRI, DAN POLDA NTB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:32

Ketua Umum DPP GMR Soroti Gangguan Jaringan Dukcapil Kabupaten Bima, Sudah Tiga Hari Masyarakat Menanti Kepastian Pelayanan

Berita Terbaru