KUANSING //TintaPos.Com// – Pasca konflik berdarah di lokasi tambang ilegal desa Pulau Bayur Cerenti beberapa waktu lalu, kini dilaporkan bahwa Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah tersebut kembali menjamur.
Sebelumnya salah seorang wartawan yang gencar meliput kegiatan ilegal di wilayah tersebut, sempat menjadi korban pengeroyokan akibat dari kerusuhan yang terjadi saat polres Kuansing melakukan penertiban PETI di desa Pulau Bayur beberapa waktu lalu.
Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan 6 (Enam) unit Mobil dinas polisi rusak berat, satu diantaranya mobil dinas Kapolres Kuansing. Selain itu, satu unit sepeda motor wartawan dibakar, bahkan wartawan tersebut babak-belur dihajar massa.
Tragedi kelam itu masih terasa dan teringat hingga kini oleh warga setempat. Dengan alasan menghindari terjadinya konflik, kini warga tidak berani melaporkan kegiatan ilegal di desa Pulau Jambu dan desa Pulau Bayur Cerenti kepada aparat kepolisian, karena takut identitas pelapor terbongkar.
” Sekarang masyarakat enggan melaporkan ke polisi, karena dinilai percuma dan dapat membahayakan pada identitas pelapor itu sendiri. Jadi, untuk menghindari konflik sosial dengan para pekerja PETI, sekarang masyarakat lebih mengutarakan laporan kepada para wartawan yang independen,” kata narasumber yang enggan identitasnya dipublish.
Lebih lanjut narasumber mengungkapkan, mulusnya kegiatan tambang emas ilegal di Desa Pulau Jambu Cerenti tidak terlepas dari dukungan tokoh masyarakat setempat, seperti ketua Pemuda dan Ketua BPD desa Pulau Jambu itu sendiri.
” Kegiatan PETI di Pulau Jambu didukung oleh ketua Pemuda dan Ketua BPD. Bentuk dukungan terhadap aktivitas ilegal tersebut, mereka mengumpulkan uang iuran untuk oknum agar aktivitas PETI berjalan lancar,” ulasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih melakukan upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan, terkait sejauh mana keterlibatannya dalam kegiatan ilegal tersebut.
Melalui media ini, narasumber berharap kepada aparat kepolisian terutama kepada Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, SIk., MH., untuk turun langsung melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Sebab, warga Cerenti tidak menginginkan tragedi berdarah jilid II terjadi di lokasi tersebut. Rilis.






















