RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Gaji Rp16,65 Juta Belum Cair Sebulan, Pekerja Proyek di Bima Lapor ke Media, PT Bunga Raya Membantah Dihubungi

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 03:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIMA -NTB //TintaPos.Com// – Sebanyak empat pekerja proyek Opname Rabat di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, mengeluhkan nasib mereka karena belum menerima pembayaran gaji selama satu bulan. Total gaji yang menjadi hak mereka mencapai Rp16.650.000. Kondisi ini membuat para pekerja resah, terutama dengan kedatangan bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Salah satu pekerja, yang hanya menyebut dirinya Him, mengaku telah menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas yang diberikan. Namun, upaya mereka menagih haknya menemui jalan buntu.

“Kami sudah mencoba berkoordinasi dan menagih ke pihak pelaksana proyek, tapi mereka malah saling melempar tanggung jawab. Tidak ada satu pun pihak yang mau mengakui dan memberikan kejelasan kapan gaji kami cair,” ujar Him saat ditemui awak media.

Merasa tidak ada kepastian, para pekerja akhirnya melaporkan persoalan ini kepada awak media nasional Tinta Pos wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Senin,16/02/2026.

Menanggapi laporan tersebut, awak media Tinta Pos mencoba menghubungi pihak manajemen PT Bunga Raya melalui Istiqomah, selaku Admin perusahaan, via pesan WhatsApp. Namun, respon yang diberikan dinilai tidak kooperatif.

Saat ditanya mengenai keterlambatan pembayaran gaji, Istiqomah justru mempertanyakan keterlibatan media. “Apa urusannya dengan media? Karena urusan ini adalah urusan pekerja dengan perusahaan, sama saja ingin mencari masalah kami,” ujar Istiqomah dalam percakapan tertulis.

Awak media kemudian menegaskan bahwa pemberitaan dilakukan berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat dan merupakan bagian dari tugas pers untuk menyampaikan aspirasi publik, serta meminta perusahaan tidak menghalangi tugas jurnalistik.

Baca Juga:  KPK Sudah Periksa Kasus Lahan di Bondowoso

Setelah ditegur, Istiqomah kemudian mengalihkan tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa urusan gaji sudah dilaporkan ke kantor cabang Mataram dan meminta para pekerja untuk berkoordinasi sendiri, sembari memberikan nomor kontak yang disebut sebagai CNP Mataram.

“Untuk pekerjaan opname rabat sudah masuk di Mataram, dan pihak Mataram yang proses. Kalau cairnya kapan, itu tergantung bos di Mataram. Apalagi pekerjaan APBD ini ada sembilan ruas, dan yang bekerja adminnya cuma sendiri, masih diperiksa apakah sudah sesuai atau belum,” tambahnya.

Ketika awak media menanyakan lebih lanjut terkait tahun anggaran APBD yang digunakan untuk proyek tersebut, Istiqomah tidak memberikan jawaban dan hanya membiarkan pesan masuk dengan status ‘centang biru’ tanpa balasan.

Berdasarkan dugaan sementara, adanya keterlambatan pembayaran ini juga diduga berkaitan dengan indikasi keterlambatan pekerjaan, mengingat jika proyek tersebut menggunakan anggaran APBD tahun 2025, seharusnya proses administrasi dan pembayaran sudah berjalan lebih lancar.

Sementara itu, para pekerja berharap perusahaan dapat segera menyelesaikan persoalan administrasi ini dan mencairkan hak mereka secepatnya. Mereka berharap dapat menerima gaji jelang Ramadhan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak manajemen pusat PT Bunga Raya atau pihak terkait di Mataram mengenai kapan gaji para pekerja tersebut akan dicairkan.

Red.(Adim TP-NTB).

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru