Jember //Tintapos.com// – Police Line yang semula dipasang Polres Jember, di SPBU Tegal Besar, sebagai upaya menyikapi kasus Mafia BBM, sejak Minggu (15/03/2026) terpantau telah dibuka.
Police Line mulanya dipasang Polres Jember, sebagai respon terhadap adanya dugaan jaringan Mafia BBM, yang memborong BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Pemasangan police line itu, juga dilakukan bersama oleh Anggota DPRRI Bambang Haryadi, yang kebetulan sedang melakukan pemantauan peredaran BBM di Kabupaten Jember.
David Handoko Seto, Anggota DPRD Jember, selaku pelapor menyesalkan pencopotan police line itu, tanpa koordinasi dengan pelapor.
Seharusnya, Polres Jember berkoordinasi dengan kami sebagai pelapor, terkait dengan seluruh perkembangan penanganan perkara ini, termasuk pelepasan police line ini,” sesal David.
David sempat bertanya kepada petugas SPBU, pelaku yang mencopot police line itu adalah orang dari Polres Jember.
“Menurut keterangan pengawas SPBU, yang mencopot dari polres Jember. Pak Heri itu, kata pak Agus, Kanit Tipiter Polres Jember,” katanya.
Menyikapi permasalahan ini, David akan mempertanyakan kepada Polres Jember.
“Kenapa ini dibuka, seharusnya perkembangan hasil penyidikan tersampaikan kepada saya sebagai pelapor,” ujarnya.
David berharap semua pihak menghargai semua tahapan proses hukum, terkait penanganan perkara ini.
“Kami berharap semua pihak bisa menghargai proses hukum yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Sebuah peristiwa heroik, baru saja berlangsung, saat Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, mencoba mengungkap dugaan praktik jual beli BBM bersubsidi di sebuah SPBU Jalan Teuku Umar, Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, pada Sabtu (14/03/2026) dini hari.
Melalui rekaman suaranya, David menuturkan aksi heroiknya bahkan berujung pada kejar-kejaran maut, hingga wilayah Ambulu.
Dia juga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah anak muda, di wilayah Ambulu
David mengaku mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan rekan dari sopir truk tersebut.
Bawa Kasus ke Polres Jember
Atas insiden ini, David telah melaporkan dua perkara ke Polres Jember:
Pertama, dugaan penjualan BBM bersubsidi secara ilegal oleh pihak SPBU. Kedua, dugaan percobaan pembunuhan oleh kelompok yang mengawal truk tersebut.
David menyoroti tiga kejanggalan utama dalam kasus ini:
Transaksi BBM berlangsung dini hari, di luar jam operasional SPBU
Pihak SPBU sengaja mematikan lampu saat pengisian berlangsung
Sopir truk memilih melarikan diri saat akan dimintai keterangan
Saya yakin aparat kepolisian mampu mengungkap jaringan di balik praktik mafia BBM bersubsidi ini. Saya akan segera membuat laporan resmi,” tegas David.
Kasus ini mendapatkan tanggapan serius Sekretaris Fraksi Gerindra DPR-RI Bambang Haryadi, yang kebetulan sedang melakukan pemantauan dan pengawasan BBM di Kabupaten Jember.
Melalui keterangan persnya, Bambang meminta agar SPBU dimaksud dihentikan operasinya.
Atas permintaan Bambang, Polres pada hari itu juga menyegel SPBU tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi polres Jember, terkait tindakan pencopotan police line tersebut.(Nur/Tp)






















