Jasa Pengupasan Lahan PETI, Ladang Basah bagi Pemilik Alat Berat — Nama Budi Kembali Disorot

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing //TintaPos.Com// – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Singingi kian menggila. Di balik maraknya tambang ilegal tersebut, muncul satu pola baru yang menjelma menjadi “ladang bisnis basah” bagi pemilik alat berat: jasa pengupasan lahan PETI.

Dari hasil investigasi di lapangan, praktik ini ternyata telah lama dijalankan oleh sejumlah oknum, salah satunya Budi, warga Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi. Ia disebut-sebut sebagai penyedia jasa excavator yang kerap “mengupas” lahan tambang untuk para pelaku PETI.

“Alatnya Hitachi, sering main di kebun. Kadang main batu, kadang ngupas,” ungkap seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Rabu (29/10/2025).

Menurut sumber terpercaya, Budi diketahui memiliki satu hingga dua unit alat berat yang disewakan secara lepas kepada pelaku PETI. Polanya sederhana: penyewa menanggung biaya operasional, sedangkan pemilik alat menerima bayaran harian atau mingguan.
Namun, di balik kesepakatan bisnis itu, kerusakan lingkungan menjadi taruhannya. Sungai-sungai keruh, lahan pertanian rusak, dan ekosistem hutan terkoyak akibat kerakusan manusia dan lemahnya pengawasan.

Baca Juga:  LPK-RI Soroti Kasus Penganiayaan di Diskotek Dharma Agung, Desak Peningkatan Standar Keamanan

Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatannya dalam aktivitas tersebut, Budi memilih bungkam. Tidak ada jawaban, tidak ada bantahan.

Fenomena penyediaan jasa alat berat bagi PETI ini menjadi bukti bahwa penambangan ilegal bukan hanya tentang para penambang di lapangan, tetapi juga melibatkan pihak-pihak yang menyediakan sarana dan infrastruktur pendukung.

Pemerintah dan aparat penegak hukum diminta tidak hanya menindak pekerja di lokasi, tetapi juga menyasar pemodal dan pemilik alat berat yang secara sadar memperkaya diri di atas kerusakan lingkungan.

Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan hanya emas yang hilang — tetapi masa depan alam dan generasi Singingi yang ikut tergerus.

Berita Terkait

MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING
Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan
Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing
Panglima Besar Hulubalang LAMR Hadiri Pelepasan Komjen Herry Heryawan, Apresiasi Pelestarian Budaya Melayu dan Green Policing
Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan
Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan
Berita ini 189 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:27

MUKLISIN APRESIASI PENGABDIAN HERRY HERYAWAN: KEBAIKANNYA MEMBEKAS DI KUANSING

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:27

Polsek Kuantan Mudik Cek Tanaman Jagung di Pebaun Hulu, Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:34

Kuansing Bersholawat, Doa dan Sholawat Menggema Sambut HUT ke-27 Kuansing

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:52

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:41

Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:18

Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:12

Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:52

Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang

Berita Terbaru