Bima, NTB //TintaPos.Com// – Suasana Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M terasa hangat dan penuh berkah di seluruh pelosok Nusa Tenggara Barat, termasuk di wilayah Bima dan Dompu. Hari yang menjadi momen kembali ke fitrah dan saling memaafkan ini, tak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menjadi panggilan hati untuk semakin peduli terhadap persoalan yang sedang melanda masyarakat setempat, khususnya nasib para Tenaga Kerja Imigran
Di tengah hiruk-pikuk perayaan dan silaturahmi, isu maraknya TKW/TKI di Bima dan Dompu yang berangkat ke luar negeri menggunakan paspor umum masih menjadi sorotan tajam dan keprihatinan bersama. Praktik ini bukan hanya melanggar aturan yang berlaku, tetapi juga menempatkan para pekerja migran dalam posisi rentan, tanpa perlindungan hukum yang memadai, dan berisiko menghadapi eksploitasi serta ketidakpastian di negara tujuan.
Menanggapi hal tersebut, semangat Idul Fitri yang mengajarkan kebaikan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi pendorong bagi berbagai pihak untuk bertindak. Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Wilayah Bima-Dompu periode 2025-2030, Muhrim, SH, menegaskan bahwa momen suci ini harus dijadikan momentum untuk mempererat persatuan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya prosedur penempatan tenaga kerja yang sah dan aman.
“Idul Fitri mengajak kita untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Namun, kebersihan hati itu harus diikuti dengan tindakan nyata untuk melindungi sesama,” ujar Muhrim, SH.
Lebih lanjut, Muhrim menyampaikan bahwa APJATI berkomitmen untuk terus bergerak bersama masyarakat dan pihak berwenang dalam menyosialisasikan bahaya berangkat secara tidak resmi. “Kita tidak bisa membiarkan saudara-saudara kita, para TKW/TKI, berjuang jauh dari tanah air tanpa perlindungan yang layak. Melalui semangat kebaikan dan keadilan dari bulan suci Ramadan, mari kita wujudkan perubahan nyata, memastikan setiap pekerja migran berangkat melalui jalur yang benar, dan membangun masa depan yang lebih cerah serta sejahtera bagi mereka dan keluarga mereka,” tegasnya.
Di hari yang penuh berkah ini, harapannya, seluruh elemen masyarakat dapat bersatu padu, menjadikan kepedulian terhadap nasib TKW/TKI sebagai bagian dari amal kebaikan, dan bersama-sama menciptakan sistem yang lebih aman dan terlindungi bagi setiap pekerja migran Indonesia.
Red.
(ADIM Kaperwil NTB)






















