KadisDukcapil Kuansing

RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

UPC Ambalawi Jadi Sorotan, Julfar: Jangan Seret Pegadaian, Ini Murni Penipuan modus Emas oleh Listiani.

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIMA, //TintaPos.Com// — Polemik dugaan penggelapan dana ratusan juta rupiah yang sempat menyeret nama Pegadaian UPC Ambalawi kini memasuki babak baru. Julfar akhirnya buka suara, membantah keras tudingan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bima, sekaligus membongkar dugaan modus yang disebutnya dilakukan oleh agen bernama Listiani.

Dengan nada tegas, Julfar menilai isu yang beredar telah digiring ke arah yang keliru dan berpotensi menyesatkan publik.
“Jangan seret Pegadaian dalam kasus ini. Ini bukan urusan lembaga, ini murni persoalan pribadi antara saya dan saudari Listiani,” tegasnya.

Menurut Julfar, fakta utama yang tak bisa dibantah adalah adanya aliran dana sebesar kurang lebih Rp722.239.000 yang dipinjam oleh Listiani darinya. Hingga kini, dana tersebut belum juga dikembalikan.
“Ini bukan angka kecil. Saya minta itikad baik untuk segera mengembalikan. Jangan terus berkelit,” ujarnya.

Lebih jauh, Julfar mengungkap sisi lain yang sebelumnya luput dari sorotan. Ia menyebut, sedikitnya 28 orang yang sempat disebut dalam pemberitaan bukanlah pihak yang terlibat, melainkan justru korban dalam skema yang diduga dijalankan Listiani.

Modusnya, kata dia, terbilang licin—menawarkan skema penitipan atau penyewaan emas kepada para korban. Namun di balik itu, emas tersebut justru digadaikan tanpa sepengetahuan pemilik.
“Ini yang harus dibuka terang-benderang. Mereka dijanjikan emas hanya dititip atau disewakan, tapi faktanya digadaikan. Ini jelas merugikan banyak pihak,” ungkapnya.

Baca Juga:  PEMBAYARAN TOTAL KEWAJIBAN EKONOMI PT CITRA NUSA PERSADA SELESAI PASCA PENYEGELAN

Julfar juga menyoroti pernyataan Listiani di sejumlah pemberitaan sebelumnya yang, menurutnya, secara tidak langsung menegaskan bahwa Pegadaian tidak terlibat dalam perkara tersebut.
“Pengakuannya sendiri sudah jelas. Jadi sangat aneh kalau masih ada yang menggiring opini seolah-olah ini kesalahan lembaga,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh proses pencairan dana melalui Pegadaian dilakukan secara sah dan atas persetujuan Listiani, termasuk penandatanganan surat kuasa untuk transfer dana ke rekeningnya. Langkah itu diambil karena Listiani disebut telah lebih dulu menggunakan uang milik Julfar.

“Semua ada jejaknya, ada dokumennya. Ini bukan asumsi, ini fakta,” tegasnya.

Merasa dirugikan dalam jumlah besar dan melihat banyak pihak lain yang diduga turut menjadi korban, Julfar memastikan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Saya tidak akan diam. Ini akan saya tuntut secara hukum sampai tuntas. Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab,” tandasnya.

Saya tegaskan kembali, saudari Listiani harus segera mengembalikan uang yang telah dipinjam. Ini bukan angka kecil,” ujarnya dengan nada serius.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Bima, seiring munculnya dugaan adanya praktik penipuan berkedok transaksi emas yang melibatkan banyak korban. (penulis)

Berita Terkait

Bentuk Keprihatinan Nyata, Wapres Gibran Tiba Di Sulut, Danlanud Samratulangi Dampingi Gubernur Sulut
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kembali ke Alam
Dasar Hukum Surat Edaran Lemah, DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Kaji Ulang
MENYAYAT HATI! ORANG TUA DI LUAR KOTA OBATI AYAH,Bocah SD di Sape Jadi Korban Pelecehan, Sendirian Tanpa Perlindungan
Apel Pagi, Wakapolres Banyuasin Tekankan Pentingnya Moto Kapolda Sumsel dan Kedisiplinan Personel
Diduga Salah Tangkap di Nias Selatan: Bukan Pelaku, Warga Justru Ditahan Polisi
Proyek Serasuba Rp 4 Miliar Disorot: Hasil Fisik Dipertanyakan, Status Aset Diduga Bermasalah
Ditengah Marak Isu Kelangkaan BBM, Diduga ada Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Kelurahan Sagrat, APH Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 16:39

Bentuk Keprihatinan Nyata, Wapres Gibran Tiba Di Sulut, Danlanud Samratulangi Dampingi Gubernur Sulut

Senin, 6 April 2026 - 16:37

Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kembali ke Alam

Senin, 6 April 2026 - 16:35

Dasar Hukum Surat Edaran Lemah, DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Kaji Ulang

Senin, 6 April 2026 - 16:34

MENYAYAT HATI! ORANG TUA DI LUAR KOTA OBATI AYAH,Bocah SD di Sape Jadi Korban Pelecehan, Sendirian Tanpa Perlindungan

Senin, 6 April 2026 - 16:32

Apel Pagi, Wakapolres Banyuasin Tekankan Pentingnya Moto Kapolda Sumsel dan Kedisiplinan Personel

Senin, 6 April 2026 - 12:59

Proyek Serasuba Rp 4 Miliar Disorot: Hasil Fisik Dipertanyakan, Status Aset Diduga Bermasalah

Senin, 6 April 2026 - 10:24

Ditengah Marak Isu Kelangkaan BBM, Diduga ada Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Kelurahan Sagrat, APH Diminta Jangan Tutup Mata

Senin, 6 April 2026 - 10:17

Ruang Ujian Disegel dan Metal Detector Disiapkan,Perketat Pengawasan SNBT 2026 Unej Jember

Berita Terbaru