TOLITOLI, //Tintapos.com// – Dampak konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari satu bulan mulai merambah hingga ke tingkat daerah. Petani di Kabupaten Tolitoli kini mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan berbasis plastik, terutama karung dan terpal.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, Taufik, menyatakan bahwa harga karung mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini dirasakan sangat memberatkan para petani yang saat ini tengah memasuki masa panen.
Taufik merincikan, harga karung untuk menampung gabah dan beras naik sekitar 80 hingga 90 persen per bal. Jika sebelumnya satu bal karung dibanderol seharga Rp1,5 juta, saat ini harganya telah menembus angka Rp3 juta per bal.
“Kenaikan ini tentu sangat memberatkan petani. Karung merupakan salah satu kebutuhan utama dalam proses panen dan pascapanen,” ujar Taufik pada Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli, Mahdar Daeng Silasa, mengonfirmasi bahwa Tolitoli sedang memasuki masa panen padi musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Panen ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok pangan di wilayah tersebut.
Kenaikan harga produk turunan plastik di Indonesia sendiri dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah. Mengingat Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik, gangguan distribusi global berdampak langsung pada harga di pasar domestik.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian di daerah. Para petani diharapkan tetap mampu menjaga produktivitas meskipun harus menghadapi pembengkakan biaya produksi akibat faktor geopolitik internasional.






















