RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Karung di Tolitoli, Biaya Produksi Petani Naik Drastis

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 05:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLITOLI, //Tintapos.com// – Dampak konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari satu bulan mulai merambah hingga ke tingkat daerah. Petani di Kabupaten Tolitoli kini mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan berbasis plastik, terutama karung dan terpal.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, Taufik, menyatakan bahwa harga karung mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini dirasakan sangat memberatkan para petani yang saat ini tengah memasuki masa panen.

Taufik merincikan, harga karung untuk menampung gabah dan beras naik sekitar 80 hingga 90 persen per bal. Jika sebelumnya satu bal karung dibanderol seharga Rp1,5 juta, saat ini harganya telah menembus angka Rp3 juta per bal.

“Kenaikan ini tentu sangat memberatkan petani. Karung merupakan salah satu kebutuhan utama dalam proses panen dan pascapanen,” ujar Taufik pada Senin (6/4/2026).

Baca Juga:  Evi Yandri Rajo Budiman Dukung Program Kolaborasi Wartawan Sumatera Barat, Siap Perjuangkan di APBD

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli, Mahdar Daeng Silasa, mengonfirmasi bahwa Tolitoli sedang memasuki masa panen padi musim tanam Oktober–Maret (Okmar). Panen ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok pangan di wilayah tersebut.

Kenaikan harga produk turunan plastik di Indonesia sendiri dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah. Mengingat Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku plastik, gangguan distribusi global berdampak langsung pada harga di pasar domestik.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian di daerah. Para petani diharapkan tetap mampu menjaga produktivitas meskipun harus menghadapi pembengkakan biaya produksi akibat faktor geopolitik internasional.

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru