Gempuran Era Digital,Terhadap Kesenian Daerah Terutama Kedjung Di Kabupaten Jember

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 05:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember //TintaPos.Com// – Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi ini kembali dihidupkan melalui pertemuan lintas generasi dalam kegiatan “Pol Kompol Tokang Kejhung” pada akhir Maret lalu.

Di sebuah sudut Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, suara lirih namun sarat makna mengalun pelan. Itulah kejhung, sastra lisan khas Madura yang tak sekadar dinyanyikan, tetapi juga dirasakan.

Kegiatan itu menjadi ruang temu antara para maestro dan generasi muda. Sejak siang hari, proses dokumentasi karya para pelaku seni kejhung dilakukan oleh tim Jhejung, sebagai upaya mengarsipkan tradisi ini ke dalam bentuk digital.

Langkah ini menjadi penting, agar kejhung tidak hanya hidup di panggung-panggung lokal. Tapi juga dapat diakses lebih luas melalui teknologi. Kejhung sendiri bukan sekadar lantunan suara.

Di dalamnya tersimpan pesan kehidupan, nasihat, hingga potret sosial masyarakat Madura. Nilai-nilai inilah yang ingin diwariskan para maestro kepada generasi penerus.

Dalam sesi pembelajaran, peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, diajak memahami teknik vokal hingga makna yang terkandung dalam setiap bait kejhung.

Mereka belajar langsung dari para maestro seperti Jamhari, Wulandari, dan Mak Tik, yang selama ini menjadi penjaga hidupnya tradisi tersebut.

Baca Juga:  TINGKATKAN KEAMANAN JELANG IDUL FITRI, SAT SAMAPTA POLRES BANYUASIN SIAGA PENUH LAPAS

“Kejujuran rasa itu penting dalam kejhung. Ini bukan hanya untuk didengar, tapi untuk dipahami,” ujar Jamhari, salah satu maestro, menegaskan bahwa kejhung adalah warisan yang harus terus dirawat.

Antusiasme generasi muda pun terlihat. Mereka tak hanya menyimak, tetapi juga mencoba melantunkan kejhung dengan gaya mereka sendiri.

Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman pertama bersentuhan langsung dengan tradisi lisan yang sebelumnya hanya mereka dengar sepintas.

Salah satu mahasiswi dari Universitas Jember (Unej),menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya mengajak teman-teman semua untuk senantiasa menjaga dan mempelajari budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya,Kamis (9/4/2026).

Interaksi hangat antara maestro dan peserta menjadi tanda bahwa kejhung masih memiliki ruang di hati generasi muda.

Di tengah dunia yang serba digital, upaya pelestarian ini menjadi jembatan, menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Suara leluhur itu kini tak hanya menggema di desa, namun perlahan menemukan jalannya menuju ruang-ruang digital, menyapa generasi baru tanpa kehilangan jati dirinya.

Melalui langkah dokumentasi dan pembelajaran ini, kejhung diharapkan tak sekadar bertahan, tetapi juga berkembang dan lebih lagi bisa maju.(pal)

Berita Terkait

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:46

Sorotan Publik: Kelulusan PPPK 2026 Mantan Caleg Demokrat Diduga Cacat Administrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:06

Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Berita Terbaru