Tolitoli, //Tintapos.com// – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tolitoli terus mendorong para petani untuk memaksimalkan pemanfaatan sistem pengairan persawahan selama musim tanam April hingga September 2026. Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di daerah.
Dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas TPH Kabupaten Tolitoli, Eliya Sagala, saat menghadiri kegiatan pembukaan pintu air di wilayah Daerah Irigasi Tende Lalos pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan infrastruktur pertanian, khususnya dalam hal ketersediaan dan distribusi air bagi lahan persawahan.
Dalam keterangannya, Eliya menegaskan bahwa air merupakan faktor kunci dalam keberhasilan budidaya tanaman padi. Tanpa pengelolaan air yang baik, produktivitas pertanian berpotensi menurun, bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, optimalisasi sistem irigasi harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah, petani, dan pihak terkait lainnya.
Ia menjelaskan bahwa pembukaan pintu air di Daerah Irigasi Tende Lalos bertujuan untuk memastikan distribusi air dapat berjalan lancar dan merata ke seluruh areal persawahan. Dengan distribusi yang baik, setiap petani memiliki akses yang sama terhadap kebutuhan air, sehingga proses tanam dapat dilakukan secara serentak dan terencana.
Selain memastikan ketersediaan air, Dinas TPH juga mengingatkan pentingnya peran aktif petani dalam menjaga infrastruktur irigasi. Saluran air yang bersih dan terawat akan mendukung kelancaran aliran air ke lahan pertanian. Kerusakan atau penyumbatan saluran irigasi dapat menghambat distribusi air dan berdampak pada hasil produksi.
Lebih lanjut, Eliya mengimbau para petani untuk menerapkan pola tanam yang tepat sesuai dengan kondisi ketersediaan air dan musim. Perencanaan tanam yang baik dinilai dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mengurangi risiko kerugian akibat faktor cuaca maupun gangguan teknis lainnya.
Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan di sektor pertanian, termasuk melalui perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hal ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, diharapkan musim tanam tahun 2026 dapat berjalan dengan optimal dan menghasilkan produksi yang meningkat. Peningkatan hasil panen tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Tolitoli.





















