KISAH PILU DI KOTA BIMA: ANAK DITOLAK AYAHNYA YANG BERSTATUS PNS, SOSOK IBU AKAN MENANTANG TES DNA

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima- //tintapos.com/ – Sebuah kisah yang menyentuh hati sekaligus memprihatinkan terjadi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Seorang anak bernama Ibra harus merasakan kepahitan hidup saat berusaha mencari sosok ayah kandungnya, justru mendapatkan penolakan keras. Lebih ironis lagi, ayah yang seharusnya bertanggung jawab diketahui berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Bima.

Kisah ini bermula dari ikatan pernikahan yang dilangsungkan secara sirih pada 10 Agustus 2012 antara N.I. dan F.A. Pernikahan tersebut berlangsung pada malam hari di lingkungan Kelurahan Melayu, tanpa kehadiran maupun persetujuan dari keluarga kedua belah pihak.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 20 Mei 2013, lahirlah Ibra. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Beberapa hari sebelum melahirkan, keluarga N.I. mendatangi kediaman F.A. untuk meminta pertanggungjawaban, namun hanya diberi uang sebesar Rp2.500.000. Setelah anak lahir, F.A. masih sempat memberikan nafkah selama sekitar empat bulan, namun setelah itu ia menghilang tanpa kabar dan tidak pernah mau mengakui Ibra sebagai anak kandungnya.

Seiring bertambahnya usia, Ibra mulai menyadari keanehan dalam hidupnya. Ia pernah bertanya kepada ibunya, “Bu, siapa ayahku? Di mana dia sekarang?”. Namun N.I. belum mampu memberikan jawaban yang pasti. Rasa penasaran itu terus ada, hingga suatu hari Ibra memberanikan diri bertanya kepada bibinya. Dari sanalah ia akhirnya mengetahui siapa ayah kandungnya, bahwa ayahnya bekerja sebagai PNS, serta di mana alamat rumahnya berada.

Tanpa ragu, Ibra memutuskan untuk mendatangi kediaman ayahnya. Namun apa yang diterimanya justru menyayat hati. Sesampainya di sana, ia tidak disambut dengan baik. Keluarga di rumah itu malah menolak kehadirannya dan berkata, “Kamu salah alamat, Nak. Tidak ada orang yang kamu maksud di sini.”

Baca Juga:  BENCANA BANJIR: Ketua Dpd Ganisa Buru Selatan mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas sosial kabupaten Buru Selatan agar segera mengambil langkah cepat.

Melihat kondisi anaknya yang terus mempertanyakan keberadaan ayahnya dan merasakan ketidakadilan yang berlarut-larut, N.I. akhirnya mengambil keputusan tegas. Ia menyatakan tidak akan berhenti sebelum kebenaran terungkap.

“Saya sudah tidak tahan melihat kondisi anak saya yang sangat ingin mengetahui siapa ayahnya. Oleh karena itu, saya akan membuktikan secara tegas. Saya siap melakukan tes DNA untuk membuktikan secara ilmiah dan tak terbantahkan siapa sebenarnya ayah kandung Ibra,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan mengapa kasus ini tidak memperoleh titik terang, N.I. menceritakan kepada awak media pada Kamis ,11-Juni-2026 bahwa ia sebenarnya sudah melaporkan persoalan ini ke instansi terkait sejak lama.

“Namun begitulah kenyataannya, seolah-olah tidak ada daya upaya. Keadilan untuk anak saya seakan sulit didapatkan. Mungkin karena sosok lelaki tersebut dianggap orang yang memiliki kemampuan ekonomi dan pengaruh, sehingga laporan yang saya ajukan hingga saat ini tidak ada kejelasan,” ungkapnya dengan nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan langsung maupun tanggapan resmi dari F.A. selaku sosok yang diduga sebagai ayah kandung Ibra.

Hingga kini, Ibra tumbuh dan berjuang tanpa pengakuan resmi dari ayahnya. Ia berharap kebenaran dapat terungkap melalui jalur apapun, termasuk tes DNA, agar haknya sebagai anak dapat diakui tanpa memandang status atau kedudukan orang tuanya. Warga pun berharap kasus ini mendapatkan perhatian serius, mengingat ayahnya berprofesi sebagai abdi negara yang seharusnya menjadi teladan dalam bertanggung jawab.

Red.

Berita Terkait

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG
Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik
WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN
BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK
BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT
Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.
HIMBAUAN PENTING: WASPADAI BAHAYA ALIRAN LISTRIK SAAT BEKERJA,WARGA PENATOI MENINGGAL DUNIA TERKENA SETRUM LISTRIK
SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:11

Polsek Pangean Tangkap Pria Berinisial FW, 20 Paket Sabu berat kotor 6,36 Gram Disita

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:30

HSN 2026 di Pekanbaru, PKB Tegaskan Kepedulian Terhadap Korban Karhutla Tak Bisa Ditawar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:49

Polsek Benai Tindak PETI di Dua Desa, Satu Rakit Tambang Emas Ilegal Dimusnahkan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:47

Polsek Benai Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Geringging Baru, Dua Rakit Dimusnahkan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:10

Subuh Keliling Polda Riau, Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Gaungkan Green Policing

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:31

Polres Kuansing Musnahkan 161,51 Gram Sabu, Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:07

Perkuat Kepedulian Sosial, Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Pimpin Giat Jumat Berkah bagi Lansia di Desa Petapahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:50

Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Desa Sungai Bawang

Berita Terbaru