LAMPUNG //TintaPos.Com// – Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Lampung, Senin 14 September 2026 turut memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (OpSAR) terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin pekan lalu.
Tiga personel UAR Korwil Lampung, yakni Khairul Musthofa (Koordinator), Nurhadis, dan Sukimang, bergabung bersama Tim SAR lain dari Basarnas Lampung, Polairud, TNI, serta unsur jurnalis.
Mereka melakukan pencarian menggunakan KN SAR Basudewa dengan fokus penyisiran di sektor Z sekitar perairan Teluk Semangka.
Tim SAR Gabungan yang berjumlah lebih dari 30 personel, termasuk UAR Lampung, bertolak dari Dermaga Pelindo Panjang, Bandar Lampung, setelah apel koordinasi operasi pada pukul 07.00 WIB.
Ketua UAR Korwil Lampung Sulaiman Abdullah mengatakan, ketiga personel tersebut ditugaskan untuk membantu operasi SAR bersama Basarnas sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan UAR dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Ya, betul, ketiga personel UAR tersebut kami tugaskan untuk bergabung dengan Basarnas melakukan operasi SAR terhadap para jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak,” kata Sulaiman Abdullah, Senin (14/9) saat dikonfirmasi.
Pada operasi pencarian di hari ketujuh ini, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga sekitar 6.649 nautical mile persegi dengan mengerahkan 18 kapal dan satu helikopter.
Delapan orang yang menjadi sasaran pencarian, hingga kini masih belum ditemukan. Pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat.
Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansah, mengatakan, memasuki hari ketujuh, seluruh sumber daya terus dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih hilang.
“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat mengingatkan seluruh relawan yang terlibat dalam operasi SAR untuk tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas.
Menurutnya, kesiapan personel dan penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi bagian penting sebelum melakukan pertolongan di lapangan.
“Jangan lupa APD digunakan untuk keselamatan diri sebelum menyelamatkan orang lain,” ujar Endang.
Ia berharap semua jurnalis dan awak kapal yang hilag kontak dan hingga hari ini belum diketahui keberadaannya dapat segera ditemukan dan dalam keadaan baik.
Keterlibatan UAR Lampung dalam operasi pencarian tersebut menjadi bagian dari komitmen anggota untuk selalu siap membantu dalam misi kemanusiaan pencarian serta pertolongan, khususnya ketika terjadi kondisi yang membutuhkan kehadiran potensi SAR di lapangan. (AM)



















