RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Desa Terisolir, Warga Tekan Pemkab Belu Perbaiki Infrastruktur

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu, NTT //TintaPos.Com// – Warga RT 01/RW 01 Desa Debululik, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi infrastruktur desa yang hingga kini masih terisolir. Kerusakan jalan sepanjang sekitar 5 kilometer, jembatan kayu yang belum permanen, serta jaringan telekomunikasi yang lemah, menjadi hambatan utama bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.kamis,5/3/2026

Desa Debululik yang dihuni sekitar 1.318 jiwa mengalami kesulitan mobilitas, terutama saat musim hujan ketika jalan berlumpur dan licin. Warga mengaku kendaraan roda dua maupun roda empat sering tidak dapat melintas sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

“Kalau hujan turun, kendaraan hampir tidak bisa lewat. Banyak yang harus turun dan mendorong motor. Kadang mobil tidak bisa masuk sama sekali,” ungkap salah satu warga RT 01/RW 01.

Selain jalan rusak, warga juga menghadapi kondisi jembatan kecil yang menjadi akses utama antarwilayah desa. Karena belum ada pembangunan permanen, masyarakat secara swadaya membangun jembatan kayu melalui gotong royong. Meski berguna, warga mengaku jembatan tersebut rawan rusak dan berisiko membahayakan pengguna jalan.

“Jembatan ini kami bangun sendiri agar bisa melintas. Tapi tentu kami berharap pemerintah membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan aman,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Kondisi desa semakin sulit karena jaringan telekomunikasi yang lemah. Sinyal telepon dan internet sering tidak stabil, bahkan hilang di beberapa titik, sehingga warga kesulitan berkomunikasi maupun mengakses informasi, termasuk bagi pelajar yang membutuhkan internet untuk kegiatan belajar.

Baca Juga:  Apri Wilianto, Pengusaha Industri Kelapa Sawit, Bagikan 200 Nasi Kotak Gratis di Jalan A. Yani

“Kadang untuk mencari sinyal harus naik ke tempat yang lebih tinggi. Ini sangat menyulitkan anak-anak sekolah dan aktivitas masyarakat lainnya,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Belu segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan, membangun jembatan permanen, dan memperkuat jaringan telekomunikasi di desa mereka.

Selain pemerintah daerah, warga juga menekankan pentingnya dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam pembahasan anggaran pembangunan.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia juga diharapkan memberikan perhatian khusus pada desa terpencil agar pembangunan merata, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses seperti Desa Debululik.

Tokoh masyarakat menegaskan, perbaikan jalan dan jembatan serta peningkatan jaringan telekomunikasi akan berdampak besar terhadap kesejahteraan warga. Akses yang baik memungkinkan masyarakat membawa hasil pertanian ke pasar, anak-anak lebih mudah bersekolah, serta masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dan administrasi pemerintahan.

“Harapan kami sederhana: jalan diperbaiki, jembatan dibangun permanen, dan jaringan telekomunikasi diperkuat. Desa kami tidak lagi ingin terisolir,” tegasnya.

Warga RT 01/RW 01 Desa Debululik, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu berharap pemerintah daerah dan DPRD segera menindaklanjuti aspirasi tersebut agar pembangunan yang merata dapat dirasakan hingga ke desa-desa terpencil di Kabupaten Belu.

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru