Pamekasan //TintaPos.Com// – Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, menjelaskan bahwa tren kasus HIV di wilayahnya cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya berasal dari warga lokal.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencatat sebanyak 14 kasus baru HIV pada periode Januari hingga Maret 2026. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan kasus kematian akibat penyakit tersebut.
“Kasus yang tercatat tidak hanya dari masyarakat Pamekasan,” ujar Saifudin, Selasa, 28 April 2026.
Berdasarkan data Dinkes, mayoritas penderita HIV didominasi laki-laki usia produktif, yakni 25 hingga 49 tahun. Selain itu, kasus terbanyak berasal dari pemilik KTP luar daerah, disusul warga Kecamatan Pamekasan.
Ia menambahkan, penularan HIV umumnya terjadi akibat perilaku berisiko, seperti hubungan seksual tidak aman, berganti-ganti pasangan, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian.
“Penanganan HIV dapat dilakukan dengan terapi antiretroviral (ARV) secara rutin, sehingga penderita tetap bisa menjalani hidup dengan baik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025 lalu, total kasus HIV di Pamekasan tercatat sebanyak 89 kasus.
Untuk menekan angka penyebaran, Dinkes mengimbau masyarakat agar menghindari seks bebas, setia pada pasangan, menggunakan alat kontrasepsi, serta tidak menggunakan narkoba dan jarum suntik secara bergantian. Skrining HIV secara rutin dan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini juga dinilai penting. (fath)





















