RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

GERAKAN RAKYAT MEMBARA: PULAU SUMBAWA SATU SUARA TUNTUT PROVINSI SENDIRI

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 04:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima ,NTB //TintaPos.Com// – 28 Mei 2026 – Gelombang semangat kemandirian rakyat Pulau Sumbawa kini berkobar semakin nyata. Aspirasi pemekaran wilayah menjadi Provinsi Pulau Sumbawa bukan lagi sekadar wacana, melainkan gerakan besar yang tumbuh dari bawah, menyatukan seluruh elemen masyarakat dari ujung ke ujung pulau ini.

Tanda-tanda kekuatan gerakan ini terlihat jelas di sejumlah titik strategis. Spanduk-spanduk besar bertuliskan tuntutan kemandirian kini menghiasi kawasan Pototano, Nyumon, Perempatan Cabang Banggo, hingga kawasan pusat kota Bima di Talabiu dan sekitar Bandara M. Salahudin. Tulisan-tulisan perlawanan damai itu menjadi bukti tak terbantahkan: keinginan memisahkan diri dan membentuk provinsi baru telah menjadi suara hati mayoritas rakyat, yang kini bangkit menuntut keadilan dan percepatan pembangunan.

Gerakan ini bergerak di bawah payung Aliansi Persatuan Pulau Sumbawa (PPS), wadah persatuan yang mempertemukan berbagai kekuatan masyarakat. Mulai dari ormas Islam, pemuda, perempuan, lembaga masyarakat, hingga perwakilan warga umum, semuanya bergandengan tangan. Di Kota Bima saja, kekuatan ini merangkul Muslimat NU, BKMT, Karang Taruna, LPM, PMII, GP Ansor, Koalisi Perempuan, dan puluhan elemen lain yang bersatu padu dalam satu tujuan yang sama.

Mengambil momentum bersejarah tanggal 02 Juni 2026, gerakan ini mengangkat semboyan yang menggema di seluruh penjuru: “SPANDUK PERLAWANAN TELAH BERKIBAR – TUNTUT KEMANDIRIAN SEGERA UJI PUBLIK OTDA PULAU SUMBAWA”. Ini adalah penegasan bahwa rakyat tidak lagi mau menunggu. Rakyat menuntut Kementerian Dalam Negeri segera mewujudkan uji publik terhadap Rancangan Undang-Undang perubahan otonomi daerah yang mencakup pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.

Baca Juga:  Karo SDM Polda Sumsel Tinjau Lokasi Bedah Rumah dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Bagi masyarakat, pemekaran bukan sekadar perubahan nama wilayah, melainkan satu-satunya jalan nyata untuk mempercepat kesejahteraan. Keyakinan ini tumbuh kuat karena Pulau Sumbawa dinilai telah memenuhi seluruh syarat administratif, teknis, hingga potensi ekonomi dan kekayaan alam yang sangat besar. Daerah ini dianggap sudah sangat layak dan mandiri untuk berdiri sendiri sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).

Gerakan ini menegaskan, pemekaran adalah solusi agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, tepat, dan dekat dengan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota—mulai dari Sumbawa Barat, Sumbawa Besar,Dompu, hingga Bima. Rakyat pun dengan tegas menolak segala bentuk penundaan atau persyaratan tambahan yang dinilai hanya akan mengaburkan aspirasi yang sudah matang ini.

Dengan semangat persatuan yang tak terpisahkan, gerakan ini terus berjalan damai namun tegas. Pesannya jelas kepada pemerintah pusat: Aspirasi ini bukan buatan segelintir pihak, melainkan aspirasi kolektif yang tumbuh subur di hati setiap warga. Pulau Sumbawa ingin maju, ingin mandiri, dan kini bergerak bersama dalam satu tekad bulat: Lahirnya Provinsi Pulau Sumbawa adalah keharusan sejarah.
Red.

(Adm Kaperwil-ntb)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres
Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban
PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS
Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus
Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama
PO Bus Tanpa Legalitas Jadi Atensi Utama LKPM-NTB di Kota Bima, Ancam Lapor Penipuan Negara
Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban
UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:48

Dugaan Korupsi Alat Berat Dinas PUPR Kabupaten Bima: Rugikan Daerah Rp 3,89 Miliar, Pelapor Lengkapi Keterangan di Polres

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:46

Pernyataan Abu Janda Dinilai Keliru, Ketua PW GP Ansor Sumbar: Minangkabau Adalah Penjaga Peradaban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:46

PETANI SAWIT MENJERIT, HARGA TBS “TERJUN” DINAS PERKEBUNAN KUANSING DIDUGA LEMAH DALAM PENGAWASAN HARGA TBS

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:04

Polsek Kuantan Hilir Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Pipil di Wilkumnya, Tanaman Jagung Tumbuh Subur dan Bagus

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:22

Imaam Yakhsyallah Mansur: Kehormatan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa Harus Dijaga Bersama

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:57

Riki Rizo Namzah Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Sembelih Sapi Kurban

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:25

UAR – YEIF Bagikan Hewan Qurban untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:09

Yayasan GANISA Hadiri Pembinaan Ormas di Kabupaten Bekasi, Perkuat Sinergi Demi Wilayah Kondusif

Berita Terbaru