Solok //TintaPos.Com// — Memasuki usia ke-113, Kabupaten Solok dinilai telah mencapai tahap kematangan dalam pembangunan daerah, jum’at (17/04/26).
Namun demikian, pemerataan akses pendidikan masih menjadi perhatian, khususnya di wilayah Sariak Laweh, Jorong Tigo Jangko, Nagari Tanjung Balik Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SDN 12 Tigo Jangko masih terbatas. Saat ini, kegiatan belajar mengajar hanya didukung oleh empat ruang kelas untuk menampung siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta satu ruang kantor.
Kepala SDN 12 Tigo Jangko, Fatra Minofa, menyampaikan bahwa keterbatasan ruang kelas mendorong pihak sekolah dan majelis guru untuk melakukan penyesuaian secara mandiri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membagi satu ruang kelas menjadi dua bagian menggunakan fasilitas seadanya agar proses pembelajaran tetap berjalan.
“Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami dalam memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara optimal,” ujar Fatra Minofa saat ditemui di lokasi.
Ia juga berharap agar kondisi ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah Kabupaten Solok, mengingat pentingnya dukungan fasilitas yang memadai dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Sebagai daerah dengan cakupan wilayah yang luas, terdiri dari 14 kecamatan dan 74 nagari, pemerataan pembangunan, termasuk di sektor pendidikan, menjadi aspek penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Solok.
Peringatan HUT ke-113 Kabupaten Solok diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga refleksi bersama dalam memperkuat komitmen terhadap pemerataan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan.





















